Tantrum adalah ledakan amarah atau emosi akibat luapan energi yang tinggi dan tidak sesuai dengan kecepatan berpikir saraf otak.

Luapan emosi tersebut menimbulkan kesulitan untuk menyatakan keinginan dlm bentuk rangkaian kata-kata. Akibatnya anak yg sdg tantrum dapat melakukan hal-hal di luar batas.

Tantrum biasa dialami anak-anak Gejalanya tidak hanya dialami anak dengan kondisi normal. Ank Berkebutuhan Khusus (ABK) juga bisa mengalami tantrum. Biasanya ABK akan mengalami tantrum jika kesal karen tidak dapat mengungkapkan keinginan atau perasaan kepada orang lain.

Faktor lain yang memicu tantrum pada ABK adalah keinginan yang tidak terpenuhi, tidak sabar menunggu orang lain memahami keinginannya, serta rasa bosan. Rutinitas yang berubah dan sakit pada bagian tertentu juga dapat menjadi penyebab.

Risiko terbesar yang mungkin terjadi saat ABK mengalami tantrum dapat membahayakan diri dan orang lain. Beberapa perilaku yang dapat membahayakan dirinya adl membenturkan kepala ke dinding, loncat dari tangga, lari ke jalanan, memecahkan atau membanting barang berharga, menjatuhkan diri sendiri, serta memukul kepala sendiri.

Perilaku tantrum yang biasa dilakukan ABK adalah menendang, memukul, menggigit, serta melempar barang ke arah orang lain.

Tantrum pada ABK dapat ditekan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tantrum pada ABK.

1. Kenali penyebabnya

Penyebab tantrum setiap individu berbeda. Untuk itu, penting mengenali penyebab ABK menjadi sangat emosional. Apabila mereka tantrum jika terlalu capek, maka sebaiknya atur kegiatan harian agar tidak terlalu capek dan usahakan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

2. Kurangi stimulus

Stimulus tantrum pada ABK berbeda-beda. Ada anak yang merasa terganggu ketika mendengar suara musik. Ada pula yang membenci aroma masakan yang terlalu tajam. Tantrum dapat dicegah dengan mengurangi stimulus pengganggu.

3. Ciptakan rutinitas harian

Mengurangi tantrum pada ABK juga bisa dilakukan dengan menciptakan rutinitas harian dan usahakan rutinitas tersebut berjalan. Jika saat tertentu rutinitas tersebut tak berjalan sesuai kebiasaan, sebaiknya hal ini diberitahukan terlebih dahulu kepada anak.

4. Istirahat cukup

Memberi aktivitas secara rutin bagi ABK memang sangat penting. Kendati demikian, mereka juga perlu mendapat istirahat yang cukup. Salah satu penyebab tantrum adalah apabila mereka merasa letih. Untuk itu, mereka harus mendapat istirahat cukup.

5. Kenali hal-hal yang disukai dan dibenci anak

ABK sulit dalam berkomunikasi. Mereka juga akan merasa kesulitan dalam menyampaikan keinginannya. Untuk itu, perlu mengenali hal-hal yang disukai dan tak disukai oleh mereka. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi tantrum pada ABK.

6. Bertindak cepat jika anak sakit

ABK biasanya menunjukkan gejala-gejala saat merasa tak nyaman. Rasa tak nyaman juga bisa ditimbulkan apabila mereka merasa ada bagian tubuh yang tidak enak atau saat anak sakit. Kita perlu segera mengetahui dan bertindak cepat saat anak merasa sakit. Langkah tersebut perlu dilakukan agar emosi anak tidak meletup-luap. (*)

CATATAN :

HALAMAN INI MERUPAKAN WADAH BAGI ANDA BERKONSULTASI SEPUTAR ANAK BRRKEBUTUHAN KHUSUS.