Masdar Pante

TIMURNEWS.COM, MAKASSAR – Tidak lolosnya Capt Masdar Pante pada penjaringan calon walikota Makassar melalui jalur independen 2020 ini, bukan berarti semangat menjadi “pelayanan” masyarakat juga ikut terhenti.

Rabu, (09/09/20) malam, sekitar pukul 21.30 WITA. Masdar Pante terlihat asik berbaur dan ngobrol di pinggir jalan Kumala, Makassar dengan beberapa warga, diantaranya pedagang asongan dan tulang becak, sesekali dia juga terlihat tertawa lepas sambil menyelipkan pembahasan sejarah Kota Makassar.

“Makassar, Gowa, Takalar dan beberapa lainnya adalah Tanah Karaeng, maka wajib diketahui publik sejarahnya,” kata Masdar.

Seorang warga yang mengetahui jika periode 2020 Masdar tidak lolos penjaringan sebagai kandidat bakal calon walikota Makassar, melemparkan pertanyaan, “Dari keempat calon siapa menurut pak Masdar yang terbaik?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Masdar tersenyum dan menjawab singkat. “Yang terbaik, biarlah warga Makassar yang menjatuhkan pilihan karena pilihan masyarakat lah yang terbaik,” kata Masdar.

Masdar hanya mengingatkan agar pilihan terbaik warga Makassar nantinya tidak hanya membangun kota ini tetapi juga membangun sumber daya manusia yang bermoral dan bermartabat khususnya membangun dan menghidupkan budaya Sulawesi Selatan yang mulai tergusur jaman.

“Pak Masdar ini orangnya santai, sebagai salah satu tokoh Sulsel yang dihormati dan disegani tidak mungkin dia mau berbaur berlama-lama dengan orang-orang seperti kita ini apalagi sambil duduk dipinggir jalanan tapi kenyataannya dia ada disini padahal dia tidak dalam posisi sosialisasi atau kampanye untuk mendapatkan simpati warga. Seandainya dia saat ini dalam posisi calon walikota dan datang seperti ini itu sudah dipastikan dia lagi lakukan pencitraan,” kata salah satu tukang becak.

“Kebetulan saya tadi saya jalan kaki ke warung tiba-tiba tanganku ditarik salah satu warga disini dan langsung dipersilahkan duduk,” kata Masdar.

Ini membuktikan, kata Masdar warga tetap menganggap dirinya sebagai bagian dari mereka yang layak diperhitungkan memimpin Kota Makassar kedepannya walaupun saat ini masih tertunda.

“Ini semua kehendak Allah SWT, saya hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik, walaupun bukan sebagai walikota saya harus tetap melayani. Saya tidak harus menunggu menjadi walikota dulu baru bertindak,” kata Masdar. (*)