MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Sebanyak 30 orang perwakilan kepala keluarga (KK) korban musibah kebakaran, di Jalan Kenari, Kampung Maluku, Kecamatan Ujungpandang Tahun 1963 silam yang mendiami Lorong IX, Jalan Landak Baru, Kelurahan Banta-Bantaeng mendatangi gedung DPRD Kota Makassar, Kamis, 9 Oktober.

Kedatangannya itu terkait aspirasi penjualan tanah milik negara seluas 5.500 meter yang dihuni puluhan korban relokasi kebakaran Jalan Kenari oleh Samsuddin Dg Nyomba kepada Darwis.

Sejumlah anggota DPRD Kota Makassar seperti Mustagfir Sabry, Zaenal Beta, Busranuddin Baso Tika dan Susuman Halim sekitar pukul 09.15 Wita, menerima aspirasi warga korban kebakaran Jalan Kenari tersebut diruang aspirasi DPRD Kota Makassar

Warga jalan Landak Mendatangi DPRD Kota Makassar

Dalam penjelasannya, Jasmin, salah satu perwakilan warga Lorong IX, Jalan Landak Baru, mengaku, terbitnya akta kepemilikan tanah atas nama Samsuddin Dg Nyomba yang menjual ke Darwis adalah ilegal karena posisi Syamsuddin Nyompa pada saat itu hanya sebagai sekertaris tim pemindahan pada waktu itu.

Dijelaskan,sebanyak tiga kali diperpekarakan di pengadilan kasus sengketa tanah yang diklaim milik Samsuddin Dg Nyomba yang dijual ke Darwis selalu kalah karena tanah itu milik pemerintah yang sudah diberikan kepada puluhan kepala keluarga korban kebakaran Jalan Kenari sejak 1963,”kata Jasmin.

Sementara itu, warga lainnya seperti Daeng Tompo, mengakui bahwa pihaknya yang bermukim di Lorong IX Jalan Landak Baru sudah tidak nyaman karena didatangi ratusan aparat kepolisian dari Brimob dan Polrestabes untuk melakukan eksekusi lahan yang sudah lama Ia tinggali dengan modus ingin mengukur tanah dengan melibatkan petugas pertanahan. Namun hal tersebut selalu gagal karena warga tetap menolak dan bersikukuh bertahan untuk tidak memberikan ruang dan kesempatan.

“Kami semua kaget didatangi ratusan polisi lengkap dengan mobil water canyon. Modusnya untuk mengukur tanah yang diklain milik Darwis yang dibeli melalui Samsuddin Dg Nyomba yang saat itu sebagai sekretaris tim relokasi korban kebakaran di Jalan Kenari,”ucap Dg Tompo seraya memperlihatkan surat panitia penaksiran pembagian rumah rakyat pemindahan sebanyak 30 KK sejak tahun 1963.

Menanggapi hal tersebut,Zaenal Dg Beta anggota DPRD kota Makassar dari fraksi PAN mengatakan,seakan akan tanah tersebut sudah ada penetapan pengadilan,bahwa tanah tersebut sudah akan di eksekusi dengan membawa ratusan aparat kepolisian yang lengkap dengan Water canonnya.Ujarnya

Lebih jauh dikatakan, sebagai wakil rakyat, tentunya kita akan memanggil semua yang terkait dengan permasalahan tersebut untuk datang rapat dengar pendapat di DPRD Kota Makassar dalam waktu dekat ini.Katanya

“Rencananya nanti kita akan memcoba memangil Kapolrestabes,Kepala BPN Kota Makassar, Kabag Pertanahan, pemerintah kota, camat Rappocini, Lurah Banta bantaeng, dan perwakilan warga yang bermukim di Lr.9 jalan Landak baru tersebut.”Ujarnya.