SIDRAP, TIMURNEWS.COM- Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang meresmikan Pesantren Qur’ani (Raudhatul Athfal dan Madrasah Diniyah) Yayasan Madrasah Pendidikan Islam (YMPI) Baranti yang terletak di Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap, Sabtu (17/12).

Dalam sambutannya, Agus mengatakan, hadirnya Pesantren Qur’ani ini akan mengisi kerinduan masyarakat Kabupaten Sidrap, khususnya Kecamatan Baranti akan lembaga pendidikan yang bisa mengisi kekosongan dan membangun akhlak dan mental anak-anak di Kecamatan Baranti.

Agus berharap, pesantren ini bisa menjadi benteng untuk mendidik anak-anak Sidrap menjadi sosok yang memiliki ilmu dan akhlakul karimah yang baik.

Pasalnya, kata dia, tidak akan ada gunanya orang yang memiliki pendidikan tinggi tetapi tidak tahu tatak ramah dan tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang agama.

“Melalui Pesantren Qur’ani ini, mari kita kembalikan kejayaan Sidrap yang dulu dikenal dengan gudangnya orang-orang yang taat beragama,” kata Agus yang juga merupakan putra asal Sidrap.

Sementara itu, Ketua Yayasan Madrasah Pendidikan Islam (YMPI) Prof Iskandar Idi yang juga merupakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sulsel sekaligus pemrakarsa pembangunan Pesantren Qur’ani tersebut mengungkapkan bahwa niat untuk mendirikan pesantren ini
berbeda dari pesantren pada umumnya.

Selain itu, melihat kondisi saat ini dimana perkembangan begitu cepat. Ia merasa hal tersebut tidak mampu diimbangi hanya dengan pelajaran agama di sekolah untuk bisa membentuk akhlak dan budi pekerti generasi penerus.

“Saya terinspirasi dengan Pesantren Qur’ani yang ada di Mesjid Istiqlal Jakarta. Guru dan santrinya tidak bermalam. Pesantren ini hanya untuk belajar agama dan membaca Qur’an. Yang diajarkan disini fokus pada akhlak, tata cara sholat dan mengaji serta bahasa Arab,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, santri di pesantren ini hanya didik selama empat tahun, mulai dari kelas I sampai kelas IV. Ijazah dari pesantren ini pun dikataknnya tidak bisa digunakan untuk melanjukan pendidikan ke lembaga pendidikan formal.

Pesantren Qur’ani ini menyiapkan 8 kelas untuk memperbaiki mental, spiritual, akhlak dan cara mengaji anak-anak. Sedangkan untuk waktu belajarnya yaitu 2 jam setiap hari, yang dimulai dari waktu Ashar sampai Magrib.

“Itu dibagi, 1 jam belajar agama dan sisanya belajar mengaji. Disini nanti kita akan belajar banyak tentang agama dan Al Qur’an. Setelah empat tahun belajar, itu sudah lulus. Kita didik anak-anak sejak usia taman kanak-kanak. Kita berharap, dengan ini bisa mengembalikan kejayaan Kecamatan Baranti dalam hal penghasil qori dan qoriah,” paparnya.

Pihaknya berharap, pesantren ini bisa melahirkan para penghafal Qur’an (hafidz) dalam waktu yang tidak terlalu lama. (*)