MAKASSAR TIMURNEWS.COM – Menyikapi maraknya penipuan melalui jasa perjalanan haji dan umrah, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih layanan jasa perjalanan ibadah haji dan umrah agar tidak tergiur dengan janji menggiurkan dan harga murah. 

“Sebaiknya kita jangan cepat terpengaruh dengan harga murah dan janji-janji tidak rasional yang ditawarkan oleh layanan jasa perjalanan haji atau umrah. Mungkin itu hanya untuk sekedar menarik perhatian korban saja,” kata Agus pada acara Pelantikan Tim Kerja Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi Provinsi Sulsel, di Hotel Clarion Makassar, Kamis (15/12).
Mantan Ketua DPRD Sulsel itu juga meminta Departemen Agama untuk serius menyikapi  banyaknya terjadi tindakan tindakan melawan hukum yang mengatasnamakan aktifitas keagamaan dengan melakukan pembinaan umat, agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan tindakan-tindakan melawan hukum yang berpotensi merugikan masyarakat atau negara.
“Ini sudah banyak kasus yang selalu mengatasnamakan kegiatan keagamaan, tapi ujung-ujungnya penipuan. Ini tugas Departemen Agama untuk terus melakukan pembinnan mental umat. Jadi bukan hanya kasusnya yang diperhatikan, tetapi perlu pembinaan mental pelakunya agar tidak melakukan tindakan melawan hukum sehingga dapat merugikan orang lain, bahkan bisa merugikan negara,” tambah Agus.
Menurut Agus, terjadinya kasus penipuan melalui layanan jasa perjalanan haji atai umroh ini sedikit banyak merupakan pengaruh jumlah daftar tunggu haji yang sangat lama. Dimana untuk Sulsel, daftar tunggu untuk bisa melaksanakan ibadah haji mencapai 40 tahun. 
“Dengan kondisi seperti itu, masyarakat mau saja dijanji untuk menunaikan ibadah haji lebih cepat dengan berbagai syarat daripada harus menunggu terlalu lama.” ujarnya. (*)