MAKASSAR, TIMUR NEWS – Tak mencapai batas minimal standar akademik yang telah diputuskan, yakni Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 2,00 dan standar minimal Satuan Kredit Semester (SKS) berdasarkan hasil evaluasi. Universitas Negeri Makassar (UNM), melakukan Droup Out (DO) 2.434 mahasiswa.

Jumlah mahasiswa yang terkena DO tersebut menurut Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Muharram, terdiri dari DO Dini, sebanyak 349 mahasiswa setelah evaluasi tiga semeter awal bagi angkatan 2016, dan DO sebanyak 2.085 bagi mahasiswa yang tidak aktif selama tiga semester berturut-turut. Sehingga totalnya ada 2.434 mahasiswa yang di-DO, dari total 32.000 orang lebih mahasiswa di UNM.

“Secara garis besar, ada dua penyebab, DO dini dan DO tidak aktif,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/1/2018).

Prof Muharram menambahkan, masuk di kampus UNM itu sulit dan menyelesaikan pendidikan di UNM juga tidak mudah, apalagi saat ini UNM terakreditasi A atau unggul.

Dia juga mengatakan, semoga dengan kebijakan yang ada, bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studi serta tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat penyelesaian studi mereka.

kebijakan Rektorat UNM yang mengeluarkan, 2.434 mahasiswa telah sesuai prosedur, dan peraturan yang berlaku. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor UNM, Prof Husain Syam, nomor 260/UN36/KM/2018 yang ditetapkan di Makassar tanggal 25 Januari 2018. (*)