Penulis : Yuliana Tri Wardani

Tingkatkan Prestasi Siswa melalui Anti Diskriminasi
Yuliana Tri Wardani.

Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan tidak lepas dari siswa atau peserta didik dan guru atau pendidik. Guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran disekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, pada saat itu juga ia  menaruh harapan terhadap guru ,agar anaknya dapat berkembang secara optimal. Semua orang tua yang menyekolahkan anaknya pasti menginginkan anaknya berprestasi.

Namun dalam hal ini, guru sering salah kaprah. Guru untuk meningkatkan prestasi anak didiknya hanya memperhatikan aspek pemberian materi pelajaran yang lebih dioptimalkan. Padahal ada aspek lain yang lebih penting dan berpengaruh yaitu aspek perlakuan. Guru dalam hal perlakuan terhadap siswanya terkadang kurang adil atau diskriminasi.

Perlu diketahui bahwa siswa atau peserta didik disini bukan lah suatu objek,layaknya benda mati yang tidak memiliki perasaan. Melainkan mereka adalah subjek. Subyek yang memiliki perasaan dan menginginkan diperlakukan sebagaimana mestinya. Disadari maupun tidak,masih banyak guru yang diskriminasi terhadap siswanya. Misalkan saja,siswa yang pintar, sering kali dipuji terlalu berlebih. Siswa yang prestasinya rendah, kurang diperhatikan.

Alhasil didalam hati para siswa yang memiliki prestasi rendah cenderung kurang percaya diri dan enggan meningkatkan prestasinya. Karena didalam pikirannya seberapa besar pun usaha untuk dia meningkatkan prestasinya, tetap saja ia dipandang sebelah mata. Guru yang mengajarnya tetap saja membanggakan siswa yang biasa dipuji. Dan akibatnya, siswa yang sering dipuji akan menjadi sombong,merasa yang paling pandai dari teman-temannya,alhasil dia enggan menerima kritikan dan saran dari teman-temannya,karena bagi  dia,dia yang paling pandai dan pasti apa yang dia lakukan itu pasti benar. Siswa yang seperti ini akan sulit untuk maju.

Selain itu terkadang guru lebih respect terhadap siswanya yg berasal dari kalangan atas,apalagi jika siswa tersebut orang tuanya adalah pejabat disekitar daerah , atau donatur sekolah tersebut. Meskipun siswa tersebut beberapa hari tidak masuk, guru tetap memaklumi. Beda halnya jika siswa tersebut berasal dari kalangan bawah, pasti sudah diberi surat peringatan bahkan bisa saja dikeluarkan dari sekolah.

Perlakuan-perlakuan seperti ini lah yang membuat peserta didik merasa diperlakukan kurang adil dan merasa didalam sekolah terdapat sekat sekat perbedaan yang sangat nyata dan membuat mereka kurang nyaman belajar disekolah. Dan merasa guru yang seharusnya mengayomi mereka,mendidik mereka,serta mencerdaskan mereka hanya menginginkan sebagian dari mereka saja yang bisa sukses,bisa meraih yang dicita-citakan,sedangkan mereka yang notabennya adalah anak dari orang yang tak berpunya hanyalah sebagai patung-patung yang mengisi  ruang kelas dan menjadi sukses hanya lah impian semata.

Melihat hal memprihatikan seperti ini,apa yang seharusnya dilakukan oleh guru atau bahkan calon guru? Jika pendiskriminasian tetap ada, bagaimana kualitas pendidikan dinegara Indonesia ini akan meningkatkan? Guru atau calon guru harus menanamkan sikap anti dikriminasi pada dirinya.

Tidak ada perlakuan yang berbeda terhadap murid yang satu dengan murid yang lain. Karena pada dasarnya semua murid datang ke sekolah ingin belajar dan mendapatkan ilmu untuk meraih cita-citanya. Dan kita sebagai guru,yag menjembatani mereka dalam meraih cita-cita harus mendukung dan mengarahkan mereka secara maksimal,agar mereka semua dapat sukses. Jika mereka melakukan kesalahan,guru harus tetap menegur tanpa pandang pilih. Agar siswa-siswanya dapat mengetahui hal yang baik untuk mereka dan hal yang buruk yang harus mereka jauhi.

Agar dikehidupan yang sesungguhnya dengan segala rintangan yang begitu nyata mereka telah siap menghadapinya. Setelah guru dapat menanamkan sikap anti diskriminasi dalam dirinya, ia dapat menyalurkan kepada murid-muridnya. Lewat pembelajaran disekolah.

Seperti tidak pilih-pilih dalam berteman, lalu dalam memilih ketua kelas seluruh siswa baik laki-laki atau perempuan berhak mencalonkan diri. Tidak hanya laki-laki saja yang bisa menjadi ketua kelas,perempuan juga bisa. Dengan penanaman sikap anti diskrimasi ini, diharapkan siswa dapat saling menghargai satu sama lain. Seperti menghargai pendapat orang lain. Dengan menghargai pendapat orang lain atau menerima kritik dan saran dari orang lain yang notabennya bernilai positif untuk kemajuan dirinya, siswa dapat meningkatkan prestasi dan memperbaiki kepribadiannya.

Sikap anti diskriminasi yang ditanamkan terus menerus didalam diri seorang guru dan disalurkan terhadap siswa-siswanya akan memperbaiki prestasi generasi muda Indonesia. Tidak akan ada lagi rasa disepelekan atau dinomersekiankan yang menciutkan tekad untuk terus berprestasi. Sehingga semua generasi dapat tumbuh dan berkembang dalam dunia pendidikan secara optimal tanpa adanya penghalang.Dan alhasil tujuan dari pendidikan yaitu mencerdaskan anak bangsa dapat tercapai,bukan lagi hanya sebuah wacana tapi dapat terealisasi secara nyata. (*)