Jumpa Pers Kapolda Sulsel Di Polrestabes Makassar

Laporan : A. AR. Rakhmansya Iskandar

Anggota Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan akhirnya berhasil menangkap pelaku Teror Video Call Alat Kelamin via Media Sosial WhatsApp yang meresahkan sejumlah Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin di Makassar yang menjadi korban pelecehan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut terungkap dari hasil Jumpa Pers yang dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Di Polrestabes Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani Makassar, Kamis (08/10/2020).

Jumpa Pers yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam, M. Si, didampingi oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Wadoni Fedri dan Kabid Humas Polda Sulsel Ibrahim Tompo

Dalam jumpa Pers tersebut dijelaskan bahwa Lelaki yang berinisial KMA 26 tahun merupakan Mahasiswa Drop Out salah satu kampus di Makassar, pelaku ditangkap Tim Cyber Crime Polda Sulsel di rumahnya di jalan Bulolohe Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba Selasa (06/10/2020)

Barang bukti yang disita Polisi 1 Buah Handphone Merk Samsung Galaxi A7 Warna Gold Hitam dan 1 lembar Screen Shoot percakapan Whatsapp pelaku dengan korban.

Aksi KMA mempertontonkan alat kelaminnya via video Call WhatsApp ke sejumlah Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar telah berlangsung Sejak September 2020 lalu. Diduga Sebanyak 15 orang Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menjadi korban Pelecehan Video Call Cabul tersebut. Sejauh ini pihak polisi sudah memeriksa 4 korban Mahasiswi pada Jumat 18 September 2020 lalu diantaranya berinisial VT, PLT, MM dan IQ.

Dari laporan para korban tersebut SUBDIT 5 CYBER CRIME Polda Sulsel melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti Hp berisi Foto Dan Video kemaluan Pelaku di Rumahnya di Bulukumba Selasa (6/10/2020).

Pelaku mengakui ia memperoleh sejumlah nomor Telpon Korban melalui akun Palsu Instalgram dan beberapa nomor WA lainnya saat ia masih menjadi Mahasiswa.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Drs. Merdisyam M. Si mengatakan pelaku selama ini melakukan aksi asusila tersebut dilakukan di kediamannya di Bulukumba. Adapun Motif Pelaku mempertontonkan kemaluannya untuk melampiaskan hawa nafsu.

Adapun modus pelaku menurut Merdisyam dilakukan dengan cara berkomunikasi langsung menghubungi nomor Korban yang ia kenal saat berstatus mahasiswa di salah satu kampus di Makassar sebelum dirinya dikeluarkan.

Saat panggilan video call masuk di HP korban dengan nomor tak dikenal, saat itu pula pelaku mempertontonkan dan mempermainkan kemaluannya hingga klimaks.

Atas perbuatan tersebut tersangka di Jerat Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 45 Ayat 1 Jonto Pasal 27 Ayat 1 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektonik dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan/Membuat/Mentransmisikan/memiliki dokumen elektornik bermuatan melanggar kesusilaan akan dikenai ancaman pidana Penjara 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak 1 Milliar Rupiah.(*)