Demi kenyamanan penghuni, pengembang padukan konsep minimalis dan tropis.

MAROS, TimurNEWS.com — PT Jaya Andar Perkasa pengembang perumahan The Lagoosi, akhir November 2014 ini akan meluncurkan proyek keempatnya yang berlokasi di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Proyek kedua di Kabupaten Maros setelah perumahan The Lagoosi Mandai memadukan dua konsep dalam satu bangunan yakni konsep minimalis dan unsur tropis.

Proyek keempat perumaahn Lagoosi di Sulsel
Proyek keempat perumaahn Lagoosi di Sulsel

Konsep ini yang membedakan perumahan-perumahan lain yang telah dibangun oleh PT Jaya Andar Perkasa seperti dua perumahaan Lagoosi yang ada di Kota Makassar dan satunya di Kabupaten Maros. Perpaduan dua konsep ini, kata Andi Herman Manager Marketing The Lagoosi, untuk menyesuaikan kondisi alam dan budaya setempat.

“Kami ingin memberikan kenyamanan bagi penghuni atau user kami,” kata Herman. Kabupaten Maros yang merupakan daerah pengembangan dan masuk sebagai salah satu daerah kawasaan Mamminasata, menjadi pilihan PT Jaya Andar Perkasa mengembangkan proyek perumahan karena selain dekat dari Kota Makassar yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Selatan, daerah ini juga menjadi gerbang keluar dari daerah lain yang ada di Sulsel. Bahkan, menjadi pintu gerbang bagi orang-orang dari luar Provinsi Sulawesi Selatan dan internasional karena adanya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Herman juga mengatakan, proyek keempat ini berada di lahan seluas dua hektare  dengan jumlah bangunan rumah sebanyak 70 unit. Terdiri dari tiga tipe yakni tipe khusus, tipe 60 dan tipe 45.  Sebagai pengembang perumahan yang memprioritaskan kepuasan dan kenyamanan user, PT Jaya Andar Perkasa selain memadukan unsur minimalis dan tropis juga akan memperbanyak ruang terbuka hijau dan fasilitas umum.

“Kami menyiapkan fasilitas umum sekitar 40 persen,” kata Herman. Karena konsep perumahanan ini beda dengan bangunan tiga lainnya, tentu pihak pengembang sangat memperhatikan kualitas bangunan dan penataan ruang kompleks, seperti penataan taman, dan penerangan umum. Khusus untuk kabel instalasi listrik di kompleks perumahan ini tidak ada lagi kabel yang membentang di atas tiang tetapi semua tertanam di tanah.

Bukan hanya itu, pemilik rumah juga tidak akan menemukan got yang terbuka karena semua got ditutup dan menggunakan gorong-gorong. Dari segi keamanan, kata Herman, sistemnya 24 jam dengan satu pintu, jadi semua orang yang keluar masuk dapat terpantau sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.
Adapun tentang konsep perumahan ini, kata Yumhaidir Manager Teknik The Lagoosi, atapnya mengusung unsur tropis karena menyesuaikan kondisi cuaca, lokasi bangunan di Kecamatan Mandai merupakan daerah yang panas, sehingga konsep atap tropis digunakan agar penghuni tetap merasa nyaman dan tidak  kepanasan. “Begitu pun dengan banyaknya ruang terbuka hijau yang kami sediakan demi kenyamanan penghuni,” kata Yumhaidir.

Herman menambahkan, walaupun proyek keempat ini ada perubahan konsep bangunan akan tetapi kualitas bangunan tidak mengalami perubahan karena mereka menjual kualitas bukan menjual lingkungan sekitar (fasilitas umum).
Lokasi bangunan keempat ini hanya berjarak sekitar satu kilometer dari proyek ketiga atau perumahan The Lagoosi Mandai. Lokasi yang strategis ini sangat memudahkan untuk mencapai pusat Kota Makassar, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk mencapai jalan tol Ir Sutami.

Adapun target pasar, seperti kata Herman adalah mereka yang berada di daerah bagian timur Kota Makassar, seperti Kabupaten Pangkep, Barru, Parepare dan Kabupaten Maros. “Bagi mereka yang berasal dari daerah dan akan menuju ke Kota Makassar, tentu bisa istirahat dulu di rumahnya lalu melanjutkan perjalanan ke Makassar,” kata Herman.

Begitu juga bagi user yang berada di luar Sulsel, bisa menjadikan perumahan ini sebagai investasi. Saat akan datang ke Sulawesi Selatan, dan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bisa terlebih dahulu singgah di rumahnya sebelum melanjutkan perjalanan, karena jarak bandara dengan perumahan Lagoosi sangat dekat hanya sekitar 10 menit.

Herman menambahkan, pada saat peluncuran nanti di akhir November akan diberikan harga khusus bagi pemesan, termasuk potongan. Saat ini harga per unit Rp 350 juta untuk tipe 45 dan harga ini akan terus mengalami perubahan. | Mapparenta