MAROS, TIMURNEWS.COM РMuh Nur (26), buruh pabrik teh kemasan di Maros ini, harus berurusan dengan Polisi lantaran tertangkap tangan membawa paket sabu. Warga Dusun Pakalli, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung Maros ini, nekat menggunakan sabu-sabu hanya untuk menambah staminanya saat bekerja. Akibatnya, ia bersama seorang penjual dan satu orang kurir narkoba lainnya, kini mendekam di balik jeruji tahanan Mapolsek Maros.

Tambah Stamina Buruh Pabrik Gunakan Narkoba
NARKOBA : Polres Maros Amankan pengguna dan pemakai narkobamaros

Kasat Reskrim Narkoba Polres Maros, AKP Hendra Suryanto saat ditemui mengatakan, Pelaku ini sudah lama diintai oleh anggotanya, karena ada laporan warga yang ia terima, pelaku kerap menggunakan narkoba.

“Kami memang sudah lama mengintainya. Saat diciduk kami menemukan barang bukti berupa satu paket sabu yang belum dipakainya,” kata Hendra, Jumat (20/5).

Hanya berselang dua jam saja setelah pelaku pertama ditangkap, Polisi berhasil mengamankan seorang lelaki bernama Tamrin (29) warga dusun Manuruki, desa Minasa Baji, kecamatan Bantimurung, Maros. Ia ditangkap atas pengakuan pelaku pertama yang menyebutkan barang haram itu diperoleh dari Pelaku kedua.

“Pelak pertama mengaku jika barang haram itu ia beli dari pelaku kedua. Kamipun langsung bertindak dan menangkap pelaku di rumahnya dengan baran bukti sejumlah uang dan telpon selular,” lanjut Hendra.

Tidak hanya sampai disitu, Polisi juga mengamankan seorang yang diduga sebagai kurir tepat di depan rumah pelaku kedua. Andika (22) tahun, merupakan warga Kabupaten Gowa yang bekerja sebagai supir angutan umum. “Kami juga mengorek keterangan dari pelaku kedua dan kami berhasil menangkap kurirnya,” paparnya.

Saat ini ketiga pelaku mendekam di tahanan Mapolres Maros. Mereka dijerat dengan pasal 127, 112 dan 114 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. (BK)