Tak Teriama Kepsek Baru, Seratusan Siswa Pilih Mogok
Ketua DPRD Kabupaten Bone, Akbar Yahya didampingi wakil ketua DPRD, saat menerima aspirasi orang tua siswa SD Inpres 10/73 Ceppagae, Kecamatan Libureng.

WATAMPONE, TIMURNEWS – Ketua Komite bersama para orang tua siswa, Selasa (07/03/2017) mendatangi DPRD Bone menyampaikan aspirasi penolakan atas penugasan Haslina, sebagai kepala sekolah (kepsek) di SD Inpres 10/73 Ceppagae, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Hatta, selaku ketua komite menyampaikan sudah hampir sebulan seratusan siswa di SD tersebut tidak belajar dan memilih tidak masuk sekolah. Aksi mogok belajar yang dilakukan para siswa ini, juga mendapatkan dukungan dari orang tua mereka dengan cara memberi restu anaknya tidak masuk sekolah.

“Dari 116 siswa, hanya ada sekitar 8 siswa yang mengikuti pelajaran,” kata Hatta.

Saat menyampaikan aspirasi, Edy Syam yang dipercaya selaku koordinator aksi menyampaikan tiga poin pernyataan sikap. Poin pertama, Kepala Sekolah yang baru bukan merupakan usulan dari kepala Sekolah SD Inpres Ceppagae yang telah memasuki masa pensiun, serta bukan usulan dari Kepala UPTD Kecamatan Libureng dan tidak sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010, Bab II dan Bab III tentang pemberian tugas tambahan kepada guru sebagai kepala sekolah.

Poin kedua, ada seorang guru berprestasi serta memenuhi syarat di sekolah tersebut, dimana telah diusulkan oleh Kepala sekolah serta Kepala UPTD namun tidak di perhitungkan. Dan Poin ketiga, dalam pernyataan sikap tersebut berbunyi ancaman yakni, apabila aspirasi dari mereka selaku orang tua murid tidak direspon maka mereka akan memindahkan anak mereka ke sekolah lain demi lancarnya aktifitas proses belajar siswa.

Ketua DPRD Kabupaten Bone, Akbar Yahya didampingi wakil ketua DPRD, saat menerima aspirasi, berjanji akan menindak lanjuti tuntutan orang tua siswa dengan cara mengundang serta mempertemukan Kepala UPTD dan Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas hal tersebut agar ada solusi terhadap permasalahan ini.

Akbar Yahya juga berpesan kepada orang tua siswa agar tidak mengorbankan anak-anak mereka dalam kisruh tersebut, dengan cara meliburkan anak dari sekolah.

“Selaku murid, mereka membutuhkan pelajaran di sekolah,” ucapnya. (SADLI)