MAMUJU, TIMURNEWS. COM -Ketatnya persaingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Mamuju yang di gelar serentak 9 Desember mendatang, membuat Amran HB tak melanjutkan langkah politiknya sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Mamuju dengan berbagai pertimbangan yang dianggap rasional baginya.

Namun, Amran HB selaku Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Barat (Sulbar) tetap mengambil peran tersendiri dalam menyukseskan pesta demokrasi yang digelar lima tahunan itu.

Peran yang dimaksud Amran kepada Timurnews.com adalah, selaku tokoh pemuda dari lembaga sayap Nahdlatul Ulama (NU) akan tetap memberikan pengawalan dan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Sebagai kader GP Ansor dan tokoh pemuda di daerah ini, tentu tidak tinggal diam. Meskipun tidak sempat menjadi calon karena persoalan berbagai pertimbangan lain-lain, kami akan tetap melakukan pengawalan dan pendidikan politik bagi masyarakat, agar tidak memberikan dukungan politik kepada orang yang salah,” kata Amran saat dihubungi, Jumat (14/8).

Saat ini, secara pribadi dirinya belum dapat menentukan sikap politik kepada siapa arah dukunganya akan diberikan, untuk melanjutkan niat politiknya yang sejalan dengan visi misi pembangunan yang ia bangun bersama timnya.

“Secara pribadi saya belum menentukan sikap politik ke pasangan calon tertertentu. Saya masih menunggu ketetapan KPU, kaitannya dalam penetapan calon,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ia tengah membangun komunikasi politik ke

beberapa kandidat pasangan calon (paslon) untuk mensinergikan konsep politik pembangunan Kabupaten Mamuju, dengan konsep yang di lahirkan beberapa paslon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju.

“Kami juga masih membangun komunikasi politik dengan para kandidat calon bupati, komunikasi ini berkaitan dengan konsep politik yang kemarin kami bangun saat menjadi bakal calon,” lanjut Amran.

“Konsep politik yang saya maksudkan adalah arah pemerintahan Kabupaten Mamuju lima tahun akan datang, dengn meliputi visi dan misi yang telah saya rumuskan bersama tim kreatif,” terangnya.

Dijelaskanya, komunikasi politik yang di bangun ke beberapa paslon sangatlah penting sebelum menentukan sikap politik yang akan diikuti masyarakat dan basis yang ia miliki.

“Ini sangat penting, karena ini berkaitan dengan kepentingan orang banyak bukan kepentingan saya secara perorangan dan juga bukan kepentingan GP Ansor secara organisasi, tetapi ini berkaitan dengan kehidupan orang banyak. Terus terang, sudah banyak orang datang ataupun menghubungi lewat handphone minta arahan kemana dukungan, tapi saya belum mengarahkan mereka sebelum ada komunikasi yang serius dengan kandidat,” jelasnya (ri)