TIMURNEWS.COM – Proyek pembangunan infrastruktur pemerintah di Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti pembangunan jalan Underpass simpang lima Mandai, Jalan ByPass Mamminasata, termasuk juga proyek pembangunan jalur Kereta Api dan jalan Trans Sulawesi dan beberapa proyek lainnya yang saat ini masih terkendala masalah ketersediaan lahan, dipastikan tahun 2016 akan terselesaikan.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, memastikan, pada tahun 2016 pihak pemerintah akan melakukan penggusuran kepada warga yang bersikeras bertahan dan tidak bersedia menerima dana penggantian pembebasan lahan sehingga menghambat pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.
    
“Tahun 2016 nanti saya akan gusur,” tegas Syahrul, saat ditanya terkait langkah yang akan diambil oleh Pemprov Sulsel untuk mengatasi kendala terhambatnya sejumlah proyek infrastruktur Sulsel karena masalah pembebasan lahan.
    
Syahrul mengatakan, di tahun 2016 bukan lagi waktunya bagi pemerintah untuk terlalu mengalah. Dan apa yang dilakukan ini dikatakannya semta-mata hanya untuk kepentingan masyarakat banyak.
    
“Ini untuk kepentingan orang banyak, sudah cukup dua tahun diberi waktu dan diberi toleransi,” ujarnya.
    
Menurut Syahrul, masalah pembebasan lahan memang menjadi masalah klasik yang selalu menghambat dihampir setiap pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

Syahrul melanjutkan, nantinya dana untuk pembebasan lahan akan dititipkan ke pengadilan, dan penggusuran dilakukan.
    
Meskipun akan bertindak tegas, Syahrul menjamin, bahwa pemerintah telah memperhitungkan besaran nilai ganti rugi lahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak ganti rugi, tapi ganti untung. Selama ini, tidak ada orang yang lahannya digunakan untuk pembangunan dan menderita setelah dibayarkan lahannya,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau uang yang sudah dianggarkan untuk pembebasan lahan itu dikembalikan ke Jakarta, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat.

“Ini kan buat masyarakat juga. Pembangunan dilakukan supaya daerah bisa berkembang. Biasanya yang ngotot itu adalah Calo-Calo. Tapi kita akan selesaikan semuanya lewat pengadilan,” ucapnya. (FO)