MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Wakil gubernur sulawesi selatan Agus arifin nu’mang mengatakan bahwa sulawesi selatan memiliki posisi yang yang strategis karena berada di tengah-tengah negara kesatuan republik Indonesia sehingga bisa memberikan peluang untuk menjadi simpul akses transportasi berbagai produk perikanan lintas provinsi baik pasar domestik maupun pasar global.

Produksi Ikan

“Usaha perikanan sangat strategis untuk di kembangkan di Sulawesi Selatan, sehingga sektor ini tidak saja menjadi sumber pertumbuhan baru tetapi juga dapat sebagai perekat perekonomian”, katanya saat membuka musyawarah nasional asosiasi rumput laut indonesia (arli) di hotel same makassar rabu 9 oktober kemarin.

Ia pun mengatakan bahwa saat sulsel berkontribusi hingga 19.45 % produksi perikanan budidaya nasional pada tahun 2103 senilai 2.69 juta ton.

Sementara, rumput laut Sulsel berkontribusi sebesar 2,4 juta ton dengan nilai Rp 3,25 Trilliun, dan volume ekspor sebesar 80.895 ton dengan nilai sebesar 86.25 juta US dollar,” lanjut Agus.

Dengan besarnya peranan komoditas rumput laut iapun berharap agar hal tersebut Bisa memotivasi bagi semua elemen untuk mendorong Sulawesi Selatan sebagai pusat export rumput laut.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung ARLI untuk melakukan peningkatan produksi Rumput Laut yang berkualitas sehingga cita-cita menjadi produsen rumput laut terbesar dunia dapat diwujudkan,”

Sebelumnya, ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia, Safari Azis mengungkapkan nilai ekspor dari rumput laut bisa ditingkatkan hingga USD 300 juta pada tahun 2015 dengan semakin menguatnya kerjasama Indonesia dan Filipina di bidang budidaya, perdagangan, dan industri rumput laut.

Namun, menurutnya untuk mencapai target tersebut perlu pula ditetapkan zonasi-zonasi budidaya rumput laut agar wilayah produksi yang ada, yang tergarap maupun belum tergarap dapat diatur pemanfaatannya.