MAMUJU, TIMURNEWS.COM – Hasil dari rapat pleno tertutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju, akhirnya menetapkan tiga pasangan calon (paslon) dari empat paslon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju yang mendaftarkan diri di KPU Mamuju lalu.

SSDK-Firman Gugur, KPU Mamuju Tetapkan Tiga Calon
PILKADA : KPU Mamuju menggelar konfrensi pers penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju di Kantor KPU Mamuju, Senin (24/8).

Tiga paslon yang ditetapkan sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Mamuju. Pertama, Habsi Wahid-Irwan Pababari, yang diusung Partai PKS dan Hanura. Kedua, Bustamin Bausat-Damris, dengan usungan Partai PDIP, Golkar dan Gerindra. Ketiga, Ahmdad Appa-Abdul Jawas Gani, yang di usung Partai PAN, PKB dan PKPI.

Sedangkan paslon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju usungan Partai Demokrat yang memiliki 10 kursi, yaitu Siti Saleha Duka (SSDK)-Firman Argo Waskito dinyatankan gugur setelah hasil koordinasi KPU Mamuju ke KPU Sulbar dan Pusat serta ke DPP Partai Demokrat mengenai pengunduran diri Firman Argo Waskito di Pilkada Mamuju. Dan DPP Partai Demokrat menyetujui rekomendasi pengunduran diri Firman berdasarkan surat DPC Partai Demokrat yang diajukan ke DPP Partai Demokrat.

Kepada media saat konfrensi pers usai melakukan rapat pleno tertutup, Ketua KPU Mamuju Tri Winarno mengatakan, berdasarkan hasil perbaikan berkas sampai pada penelitian berkas pihaknya memutuskan tiga paslon yang akan berkompetisi di Pilkada Mamuju.

“Pada tanggal yang sama saat pendaftaran calon, KPU juga menerima surat pengunduran diri saudara Firman dan sekaligus beliau menyampaikan tidak pernah menyampaikan ke pimpinan DPRD Sulbar untuk maju sebagai wakil bupati. Dari peryataan Firman itu, kami dari pihak KPU langsung melakukan klarifikasi ke DPRD Sulbar karena ada surat tanda terima kesediaan Firman maju sebagai wakil bupati, sedangkan pak Firman mengaku tidak pernah mengajukan,” kata Tri, Senin (24/8).

Lebih lanjut, pihaknya juga pada tanggal 20 Agustus menerima surat DPP Partai Demokrat yang menyatakan Partai Demokrat menerima persetujuan pengunduran diri Firman, yang ditandatangani langsung Ketua Umum dan Sekjend Partai Demokrat.

Berkaitan dengan digugurkanya paslon SSDK-Firman di kompetisi Pilkada Mamuju, KPU Mamuju juga menetapkan Partai Demokrat tidak dapat kembali mengusulkan calon atau menjadi partai pendukung di Pilkada Mamuju.

“Hasil koordinsi kami dengan KPU pusat menyatakan, jika pasangan calon mengundurkan diri selaku partai pengusung atau gabungan tidak bisa mengusulkan calon pengganti. Hal itu telah di tetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomo 9 pasal 7 dan 8,” jelasnya.(ri)