Sumber : kumparan.com

Kekayaan adat dan budaya bangsa selalu menarik untuk dijelajahi. Sukabumi, misalnya, punya wilayah khusus untuk masyarakat yang masih memegang tradisi.

Kampung Adat Ciptagelar dihuni masyarakat asli yang masih hidup berdasarkan hukum adat. Bagi warga setempat, hidup menyatu dengan alam dan tradisi menjadi hal yang wajib dijunjung tinggi, sekalipun arus modernitas terus menggerus sendi-sendi kehidupan masyarakat saat ini.

Masyarakat adat Ciptagelar tinggal di rumah panggung beratap rumbia, mirip dengan saung tradisional Sunda yang biasa kita temukan di daerah pedesaan. Kebanyakan warga, terutama kepala keluarga, bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Sementara para wanita sibuk mengolah hasil tani menjadi pangan maupun sandang bernilai seni.

Hingga saat ini, Kampung Adat Ciptagelar masih menjadi destinasi menarik bagi wisatawan luar daerah, maupun warga Sukabumi yang tertarik melihat langsung bagaimana warga adat menjalani kehidupannya sehari-hari. Anda pun dapat memasukkan destinasi wisata budaya satu ini ke dalam wishlist liburan untuk mempelajari keanekaragaman adat dan budaya masyarakat setempat.

Kampung Ciptagelar berada di kawasan Gunung Salak dan masih lekat dengan nuansa permukiman abad ke-14

Berlokasi di kaki Gunung Halimun-Salak, Kampung Ciptagelar berdiri kukuh di tengah perbukitan dan persawahan hijau.

Berlokasi di daerah administratif Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kampung Ciptagelar masih dipimpin seorang tetua adat atau sesepuh. Semenjak didirikan pada tahun 1368, Kampung Ciptagelar masih memegang teguh tradisi hukum adat.
Ketua adat kampung dibantu para baris kolot atau kepala bidang dalam menjalankan tugasnya. Baris kolot dipilih secara turun-temurun dari masyarakat lokal. Jika warga terpilih menolak untuk meneruskan tradisi menjadi baris kolot, orang tersebut konon akan mendapat nasib malang, sesuai kepercayaannya.

Tak hanya dari segi pemerintahan, nilai adat pun tecermin dari cara para warga berpakaian. Kaum Adam diwajibkan mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan ikat kepala. Sementara para wanita memakai samping dan menata rambut dengan cara digulung.

Warga Kampung Ciptagelar rutin melaksanakan ritual adat sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta

Ritual adat merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga Ciptagelar. Salah satu ritual adat yang tidak boleh dilewatkan warga setempat yakni ritual selamatan yang jatuh setiap tanggal 14 purnama. Ritual ini bertujuan untuk menolak bala, sekaligus memanjatkan syukur pada Sang Pencipta dengan mempersembahkan hasil bumi di satu tempat khusus.

Kegiatan tanam dan panen pun tak lepas dari ritual adat.

Hal ini karena masyarakat setempat percaya bahwa padi adalah sumber kehidupan paling utama. Saat musim panen, warga biasanya menggelar tetabuhan menggunakan lesung dan tumbuk sebagai simbol suka cita atas hasil panen melimpah.

Meski erat dengan nilai adat dan tradisi, warga Ciptagelar pun tak ketinggalan dengan unsur modernitas. Warga setempat bahkan memiliki saluran televisi dan radionya sendiri. Saluran televisi dan radio tersebut digunakan untuk memberitakan kegiatan di kampung adat, selain menjadi sarana hiburan bagi warga.

Eksotisme budaya masyarakat Sukabumi tak hanya terdapat di Kampung Adat Ciptagelar. Masyarakat yang tinggal di perkotaan pun masih banyak yang memegang tradisi Sunda yang kental. Misalnya, acara selamatan, karnaval budaya, larung, sedekah bumi, dan masih banyak lagi.

Tentu tak ada salahnya menjadikan Sukabumi sebagai tujuan wisata budaya Anda selanjutnya. Di kota yang dekat dengan Provinsi Banten ini, Anda dapat menikmati liburan dengan sarana publik yang memadai. Hotel di Sukabumi bahkan tersebar di seluruh penjuru kota.

Sebelum melancong ke Sukabumi, pastikan untuk booking hotel pilihan dari jauh-jauh hari agar liburan lebih nyaman. Airy menghadirkan pengalaman menginap di hotel bujet terbaik. Dengan tarifnya yang terjangkau, Airy mampu memberikan jaminan fasilitas lengkap untuk mendukung kenyamanan menginap Anda. Kini, Anda tak perlu gengsi menginap di hotel murah berkat fasilitas dan layanannya yang tak kalah ciamik dari hotel berbintang. (*)