Suasana sidang sengketa kepengurusan pasar butung di PN Makassar, Rabu (28/08/2019)

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Sidang lanjutan sengketa kepengurusan Koperasi KSU Bina Duta selaku pengelola Pasar Butung, berlangsung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (28/08/2019) dengan agenda pembutian yang menghadirkan saksi-saksi dari pihak penggugat dan tergugat.

H. Lala selaku saksi dari pengguggat kepada Majelis Hakim mengatakan, dirinya salah satu korban yang lostnya digembok oleh pengelola pasar butung. ” Alasan pengembokan penyerobotan,” kata dia.

Usai sidang, Hari Ananda Gani kuasa hukum dari Muh Anwar, selaku pengguggat mengatakan saksinya sangat terang benerangan menjelaskan didepan majelis hakim. Bahwa ada perbuatan melawan hukum para tergugat dalam hal ini Andre Yusuf cs.

“Saksi saya menjelaskan ada pihak lain yang mencoba mengintervensi permasalahan pasar butung,” kata Hari.

Hari juga mengatakan saksinya pernah dipanggil dilantai empat (kantor pengelola pasar butung) untuk meminta damai. Disitulah para terguggat dalam hal ini H. Irsad Dolokin dan Andre Yusuf menyampaikan kepada saksinya bahwa H Irsad sudah memecat dan mengeluarkan Kliennya (Muh Anwar) dari Pasar Butung.

“Inilah yang saya maksud terang benerang perbuatan melawan hukumnya,” kata Hari.

Terkait saksi terguggat yang dihadirkan dalam persidanga, Hari mengatakan keterangan saksi tergugat hanya klaim-klaim saja sebagai anggota koperasi dengan bukti saat diberi pertanyaan tentang syarat sah menjadi anggota koperasi yang disebutkan dalam anggaran dasar tidak dipenuhi.

“KTA sebagai anggota KSU Bina Duta tidak ada. Dia juga tidak tahu jika ada iuran anggota yang harus disetorkan,” kata Hari.

Hari juga menjelaskan, secara legalitas saksi yang dihadirkan penasehat hukum tergugat tidak sah.

Adapun Yaddi Penasehat Hukum dari tergugat, menilai apa yang disampaikan penasehat hukum penggugat terkait saksinya tidak lah benar atas dasar pertimbangan, ketuanya saja pada saat kepengurusan mereka tidak bisa menunjukkan dalam pembuktian bahwa meraka adalah anggota koperasi, “Jadi yang dimaksud dengan kartu anggota koperasi itu seperti apa karena kami tidak pernah melihat karena memang tidak pernah itu ada kartu anggota,” kata Yaddi

Yaddi menambahkan, ketuanya saja tidak bisa memperlihatkan kartu anggota koperasi, mereka hanya mampu pelihatkan adalah kepengurusan koperasi. (Iwan Mapparenta)