WAJO, TimurNEWS.com – Kemarau panjang beberapa bulan terakhir ini di Sulawesi Selatan membuat beberapa daerah terancam mengalami kekeringan. Di Kabupaten Wajo misalnya pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, meminta warganya seefisien mungkin dalam penggunaan air.

Kondisi Sungai Walennae Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan | Int
Kondisi Sungai Walennae Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan | Int

Ini perlu dilakukan lantaran sungai walennae yang merupakan sumber air baku Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Wajo volume airnya semakin rendah dan tingkat kekeruhannya semakin tinggi. Dampaknya akhir-akhir ini produksi air PDAM berkurang untuk didistribusikan ke lebih delapan ribu pelanggan.

“Kondisi ini harus kita pahami,” kata Burhanuddin, Senin, (13/10) saat memantau kondisi air sungai Walennae.
Berkurangnya debit air sungai walennae, juga dibenarkan Fakhruddin Direktur PDAM Kabupaten Wajo. Menurut Fakhruddin penurunan produksi air diakibatkan tingginya kekeruhan air baku yang disedot dari sungai. Air yang diproses PDAM, mulai bercampur dengan lumpur sehingga harus ditapis sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
“Air banyak dibuang kembali karena mengalami kekeruhan,” kata Fakhruddin.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM telah mengusul pembangunan intake baru serta pembangunan bak prasedimentasi kepada Balai Besar Pompengan Jeneberang. Dia juga mengatakan pihaknya berharap pembangunan intake dan bak prasedimentasi bisa terealisasi tahun depan dengan harapan kualitas dan kuantitas air PDAM yang terdistribusi kepada pelanggan bisa lebih baik lagi dari yang ada saat ini. | ICAL