Polisi Diminta Tangkap Semua Pelaku Pembunuha di Gowa

TIMURNEWS.COM, GOWA – Masih ingat kasus penganiayaan di Kafe Kembar, Bontonompo, Kabupaten Gowa, beberapa bulan lalu yang mengakibatkan korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama sepekan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Kasus yang ditangani polisi setempat ini telah menetapkan dua orang tersangka dimana kedua tersangka saat ini telah dilimpahkan ke Kejari Gowa. Namun pihak keluarga menyangkan hanya dua orang dijadikan tersangka sementara ada sekitar enam orang diduga ikut menganiaya Mustafa Dg Siwa,(34).

“Jelas-jelas saat kejadian banyak saksi yang melihat siapa-siapa saja yang ikut melakukan penganiayaan malam itu,” kata Abdul Rahim, kakak korban, Minggu (27/09/20).

Sebagai keluarga, Abdul Rahim, berharap polisi tidak hanya menetapkan kedua orang ini sebagai tersangka, tetapi menangkap semua pelaku susuai fakta yang terjadi di lapangan. Apalagi perbuatan para pelaku tidak hanya sebatas penganiayaan tetapi telah menghilangkan nyawa.

Abdul Rahim, kepada wartawan mengatakan, sebelum adiknya meninggal dunia. Sejumlah orang terlebih dahulu melakukan penganiayaan menggunakan balok dan benda tajam terhadap adiknya di Kafe Kembar, Bontonompo, Kabupaten Gowa, (22/03/20) malam.

Akibat insiden itu, korban pun mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Luka tusuk pada perut kiri dan kanan, bahu, serta kepala dan bagian lainnya, hanya bisa membuat korban bertahan selama sepekan di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban yang saat itu telah meninggal dunia, membuat pihak keluarga kecewa karena para pelaku belum juga bisa ditangkap oleh polisi. Pihak keluarga pun berinisiatif meminta bantuan hukum ke Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulsel.

Dalam proses penanganan kasus ini pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa pelaku sudah tertangkap dan sudah ditangani kejaksaan Gowa. Namun hanya dua orang yang ditersangkakan dalam kasus pembunuhan ini.

“Kami sangat kecewa atas penanganan kasus ini karena ada enam orang diduga terlibat, tapi hanya dua orang dijadikan tersangka,” kata Abdul Rahim.

Dia juga menilai dalam penangan kasus yang membuat nyawa adiknya hilang tidak ditangani cukup serius, sehingga itu dalam waktu dekat pihak keluarga akan menurunkan massa melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes kenapa hanya dua orang yang dijadikan tersangka sekaligus melaporkan kasus ini ke Polda Sulsel agar bisa ditangani secara profesional.

“Kami sayangkan pelaku lainnya masih bebas berkeliaran. Dalam waktu dekat kami pihak keluarga akan melapor ke Polda Sulsel,” tegasnya. (*)