Postingan status istri caleg yang berakibat penganiayaan

TIMURNEWS.COM – Pihak Kepolisian Sektor Pammana, Kabupaten Wajo mengaku hingga saat ini belum menjadwalkan pemanggilan terhadap Abdul Malik, Caleg dapil VI Pammana, terkait laporan kasus dugaan penganiayaan beberapa waktu lalu.

Abdul Malik dilaporkan oleh Lina, warga Desa Kampiri Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo, Kamis (18/04/2019) karena mengalami penganiayaan di rumahnya sendiri.

Terkait laporan tersebut Kepala Kepolisian Sektor Pammana AKP Sayyed yang dihubungi TimurNews membenarkan ada caleg yang dilaporkan terkait kasus penganiayaan. namun menurutnya hingga saat ini belum berkordinasi dengan kanit reskrim untuk jadwal pemeriksaan Abdul Malik.

“Saya sekarang masih diluar jadi belum berkordinasi dengan kabit reskrim mengenai jadwal pemeriksaan terlapor,”kata Kapolsek Pammana.

Adapun Lina yang dihubungi menjelasakan kronoligis kejadian, menurutnya penganiayaan berawal saat ia melihat postingan Indo Esa istri pelaku di facebook yang membahas mengenai jilbab yang pernah diberikan kepada keluarga.

“Karena banyak keluarga yang merasa tersinggung akhirnya saya menasehati agar tidak mengungkap hal seperti itu di sosial media, tapi dia malah marah sehingga saya panggil ke rumah untuk menjemput jilbab yang pernah diberikan,”kata Lina, Minggu (20/04/2019).

Namun setelah Indo Esa datang dia malah mengumbar kebencian kepada keluarga karena tak ada yang mendukung suaminya yakni Abdul Malik yang menjadi caleg didapil Pammana.

“Jadi saya tanya bilang ambil saja jilbabmu karena terus terang kami sebagai keluarga juga merasa terasinggung,”jelas Lina.

Bukannya pergi kata Lina, justru Indo Asse kembali masuk rumah bersama suaminya dan mengeroyok dirinya.

“Disitu saya kena pukulan dari Abdul Malik yang mengenai pipi sebelah kiri saya, tidak sampai saja saya masih terus dikejar di dalam rumah sampai ada keluarga yang melerai,”katanya.

Akibat pemukulan itu lina mengaku mendapat luka lebam di pipi kiri serta sakit disekujur tubuhnya.

“Itumi saya langsung melapor ke Polsek Pammana,” ujar Lina.

Abdul Malik dan istrinya yakni Indo Esa yang ingin dikonfirmasi hingga berita ini ditulis belum dapat dihubungi.

Adapun Kapolres Wajo AKBP Asep Marshel yang dihubungi membenarkan soal laporan Lina yang melaporkan salah satu Caleg yakni Abdul Malik di Polsek Pammana.

“Iya, kan polisi kalau ada laporan penganiayaan diterima, urusan caleg atau siapa, itu bukan urusan polisi, yang penting itu tindakan penganiayaan,” katanya.

Asep menyebutkan, bukan cuma Herlina yang datang melapor, ternyata Indo Esa yang sebelumnya dilaporkan ikut menganiaya juga mendatangi Polsek Pammana untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Ada dua LP yang masuk, yang satu pelapor atas nama Herlina binti Suaib dan yang satu Indo Esa binti Muhammad Yusuf,” katanya.

(Ampa)