MAKASSAR, TimurNEWS.com – Dalam proses pembangunan infrastruktur yang memakan waktu panjang dan menghabiskan biaya cukup besar maka dibentuklah PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII Persero) atau Indonesia Infrastrukture Guarantee Fund (IIGF) sejak 2009 lalu.

percepatan pembangunan infrastruktur daerah
percepatan pembangunan infrastruktur daerah

Bertugas untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Institusi tersebut melibatkan perwakilan pemerintah daerah dan swasta dalam menyokong keinginan investor dalam berinvestasi pada proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Direktur Utama PII Synthia Roesli mengatakan dengan keterlibatan dua pilar tersebut (pemerintah dan swasta) dalam bekerjasama dengan PII akan sangat membantu pemerintah baik pusat maupun daerah untuk dapat merealisasikan dan mempercepat sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia ditengah minimnya anggaran (APBN) yang dimiliki, dimana APBN hanya 30 persen yang dikucurkan dari total kebutuhan biaya, sisanya dari badan usaha negara dan swasta.

“Keterlibatan swasta dalam skema KPS menjadi jalan keluar di tengah keterbatasan pendanaan. Dengan terlibatnya investor, maka penjaminan terhadap resiko politik menjadi faktor penting suksesnya proyek infrastruktur,” katanya.

Menurut Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu RI, Hadiyanto salah satu hal yang penting bagi swasta untuk berinvestasi di infrastruktur adalah kepastian.

“Dengan adanya pendanaan APBN maupun sumber lainnya, PT PII dapat menjamin proyek dari yang berskala kecil hingga besar. Selain itu menurutnya proses penjaminan PII dimulai dari uji kelayakan, pendampingan, pelelangan, hingga pemantauan proyek selama masa penjaminan tanpa adanya resiko politik alias perubahan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Ditambahkan Synthya dengan layanan PT PII yang terintegrasi tersebut, pemda bisa mendapatkan proyek infrastruktur yang transparan dan akuntabel. Dengan adanya PT PII harapannya persepsi risiko atas proyek infrastruktur di Indonesia menjadi menurun.

“Semoga kedepannya keberadaan PPI dapat menurunkan biaya pendanaan proyek infrastruktur dan mengundang lebih banyak partisipasi swasta,”pungkasnya menutup diskusi bersama dengan sejumlah wartawan di Hotel Santika Makassar pekan lalu. | Nina Annisa