Petugas KPPS Sakit Terbanyak di Sulsel

TIMURNEWS.COM – Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sepekan telah berlalu, Rabu (17/04/2019) rakyat Indonesia dihadapkan dengan pilihan hati nurani untuk memilih putra putri terbaik menjadi perwakilan mereka di parlemen dan di Istana Negara.

Pesta yang identik dengan kegembiraan tak berlaku bagi ratusan keluarga yang harus menahan perihnya ditinggal orang-orang yang disayangi usai bertugas menyukseskan pemilu 2019 ini.

Mereka harus kecewa setelah suami, istri dan saudara-saudara mereka tak bisa menjadi saksi sejarah deklarasi Presiden terpilih.

Mereka hanya sebatas berugas dan menyaksikan perang opini beberapa hari dari dua kubu calon pasangan Presiden RI yang saling klaim kemenangan walau hanya berbekal hitung cepat dari lembaga survei dan dari survei internal masing-masing kandidat.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, Rabu (24/04/2019) mengatakan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah yang petugasnya paling banyak mengalami sakit, jumlahnya ada 191 orang.

Evi menyampaikan KPU masih mengusahakan santunan bagi keluarga petugas yang menjadi korban. KPU memastikan Kementerian Keuangan sudah menyetujui santunan, tapi masih mengkaji besarannya.

Hingga saat ini besaran yang diusulkan Rp36 juta untuk meninggal dunia, Rp30 juta untuk penyandang cacat, dan Rp16 juta untuk luka-luka.

“Mudah-mudahan kita mendapatkan hasil seluruh pembahasan untuk bisa mendapat nominal yang sepantasnya kita berikan teman-teman kita menjalankan tugas dengan dedikasi,” katanya. (*)