Pesan Wadek I FDK-UINAM Saat Prosesi Yudisium

MAKASSAR, TIMURNEWS – Civitas akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) mengelar prosesi Yudisium pada Senin, 19/11/18.

Yudisium yang diikuti 67 Mahasiswa ini diikuti oleh 5 program studi yakni, Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Bimbingan Penyuluhan Islam, Manajemen Dakwah, dan PMI-Kesos

Dalam sambutannya Wakil Dekan (Wadek) I fakultas dakwah dan komunikasi Dr. H. Misbahuddin, S. Ag, M. Ag mengatakan secerdas apapun intelektual dan keterampilan yang dimiliki maka keahlian tersebut tiada artinya jika akhlak tidak mampu dijaga, oleh karenanya ia berharap kecerdasan harus di bingkai dengan akhlak yang baik

“Dimanapun anda berada nantinya ketika ada peluang, pekerjaan maupun bisnis didalamnya yang namanya akhlak tidak boleh disepelekan, karena yang membedakan antara mahasiswa UINAM dengan mahasiswa Universitas lain terletak pada akhlaknya,” ucapnya.

Karena menurutnya, jika akhlak hilang yang merupakan ciri khas UINAM maka tidak ada bedanya alumni UINAM dengan alumni umum lainya diluar, selain itu ia berharap kepada para alumni untuk siap berkompetisi dengan para alumni luar dengan cara terus mengasah kemampuan yang di dapat selama mengenyam pendidikan di UIN Alauddin Makassar

“Kalian harus tetap belajar, diskusi dan membaca yang tiada henti untuk menjaga kualitas dan kompetensi yang kalian miliki, dengan harapan supaya kalian lebih unggul dari alumni lainnya,” harapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para alumni untuk tetap setia menjaga nama almamater apalagi menurutnya alumni yang diyudisiumkan dari fakultas dakwah dan komunikasi dengan semboyan “Bermartabat”.

“Bermartabat berarti jujur, adil dan cerdas oleh karena itu saya berharap kepada para alumni pada masa yang akan datang mampu membawa nama harum Fakultas Dakwah dan komunikasi,” tutupnya.

Pantauan media nampak rasa haru campur bahagia yang terpancar dari Alumni yang diyudisiumkan, salah satunya Alumni dari jurusan Ilmu Komunikasi (IKOM) saat diminta keterangannya usai prosesi yudisium.

“Sangat menyenangkan setelah saya diresmikan punya gelar karena bagi pribadi saya mendapatkan gelar itu tidak semudah apa yang orang lihat” tutur Juliadin mahasiswa asal Bima ini. (NURSIDAH)