Permainan Tradisional yang Kini Kian Memudar
Afrilia Eka Puspita

OLEH : Afrilia Eka Puspita (Mahasiswi)

Apa itu petak umpet, egrang, congklak? Sekarang jarang menemukan bahkan mendengar berbagai permainan tersebut di sekitar kita. Apa itu petak umpet? Yaitu permainan cari dan sembunyi yang dimainkan minimal 2 orang di luar ruangan. Yang cara bermainnya dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi kucing. Si kucing nantinya akan memejamkan mata, menghadap ke tembok atau pohon dan berhitung 1 sampai 10. Setelah teman-temannya bersembunyi, si kucing mulai untuk mencari teman-temannya yang bersembunyi. Yang kedua, apa itu egrang? Egrang adalah dua  bagian bambu yang masing-masing 2-3 meter dan memotong bambu berukuran 20cm untuk dijadikan pijakan kaki. Permainan egrang hanya bertujuan untuk adu kecepatan dan keseimbangan, diawali dengan minimal 2 anak di garis start. Saat aba-aba dimulai, maka pemain akan berlari menggunakan egrang tersebut sampai finish. Yang pertama sampai di garis finish itulah yang menjadi pemenangnya.

Mungkin permainan tersebut dapat dikatakan sangat jadul di zaman modern ini. Canda tawa, kebersamaan, bahkan keceriaan sudah tidak tergambarkan dari raut wajah anak-anak indonesia sekarang. Kini hal tersebut telah tergantikan dengan sikap individualis yang tumbuh pada anak muda sekarang. Sikap tersebut mengakibatkan anak lebih banyak  menghabiskan waktunya dengan gadget maupun alat elektronik lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern, kini muncul berbagai permainan modern untuk anak-anak sampai dewasa yang didukung kemajuan teknologi yang bersifat online maupun offline yang mudah didapatkan dimana-mana. Hanya sebagian kecil dari kita dapat melihat permainan tradisional yang umumnya terdapat di daerah perkampungan. Padahal sangatlah banyak permainan tradisional yang berada di daerah kita, namun seiring perkembangan zaman permainan tradisional kini telah memudar.

Zaman semakin maju, maka masyarakat pun dituntut untuk lebih maju mengikuti perkembangan zaman. Tetapi budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang harus dilestarikan sampai kapan pun dan dimana pun.

Apakah permainan tradisional kini harus digantikan dengan permainan modern yang lebih canggih dan tidak membosankan? Permainan tradisional lebih mempunyai hal yang positif untuk tumbuh kembang anak. Hal tersebut yaitu dapat merangsang saraf motorik anak, membuat anak menjadi lebih peduli dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, melatih imajinasi anak, kejujuran, kerjasama serta melatih fisik anak.

Namun para orangtua banyak menganggap bahwa permainan tradisional itu sudah tidak menarik, memerlukan tempat yang luas untuk bermain dan tidak cocok dengan zaman bahkan dikatakan kuno. Tetapi banyak permainan tradisional tersebut dirubah menjadi menarik. Contohnya yaitu permainan egrang, permainan egrang biasanya dapat kita temukan pada saat outbond. Permainan egrang tersebut di design dengan semenarik mungkin agar anak-anak dapat mencobanya.

Biasanya permainan egrang disatukan dengan permainan sepak bola yang menggunakan egrang bukan menggunakan kaki seorang pemain. Kelebihan permainan modern yaitu permainannya yang variatif, dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja, melatih anak lebih kreatif, dan banyak jenis permainannya. Ada beberapa kelemahan yang ditimbulkan dari permainan modern pada tumbuh kembang anak, selain membuat anak lebih individualis yang asik dengan dunianya sendiri, kecerdasan motoriknya dapat berkurang karena malasnya anak untukbergerak dan berkeringat, maka anak tersebut bisa berakibat obesitas.

Kita sebagai generasi muda perlu melestarikan permainan tradisional yang kini telah dianggap kuno dan hampir ditinggalkan. Cara melestarikan permainan tradisional sama caranya dengan melestarikan budaya. Masyarakat dan pemerintah harus bekerjasama untuk melestarikannya, yaitu orang tua bisa mengajarkan anaknya agar tidak selalu menghabiskan waktunya di depan tv maupun gadget, ajak anak untuk mengenal apa itu permainan tradisional, lingkungan bermain yang mendukungnya mengenal berbagai macam permainan tradisonal, memperkenalkan kembali permainan tersebut dengan cara diadakannya pameran budaya daerah, membuat permainan lebih menarik dan menghibur.

Jadi lingkungan dan keluarga harus turut serta aktif dalam memilih permainan yang baik dan bermanfaat untuk tumbuh kembang anak  dan mengajarkan sejak dini untuk melestrikan budaya kita yang semakin memudar. (*)