Penjelasan BI Atas Tudingan Simbol Terlarang di Mata Uang Rupiah
mata uang rupiah baru.

JAKARTA, TIMURNEWS – Simbol palu arit, menjadi perhatian serius di Indonesia, disebabkan simbol ini merupakan simbol terlarang. Namun masih ada saja pihak-pihak yang mengaitkan dengan simbol Bank Indonesia yang ada pada mata uang rupiah yang baru.

Terkait tudingan-tudingan itu, Gubernur BI, Agus Martowardojo, bereaksi keras,dan berulang kali menegaskan itu tidak benar. Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan.

Melalui siaran pers BI, menjelaskan, gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang rupiah. Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan. Pencetakan pun dilakukan dengan teknik khusus, sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.

Rupiah sejatinya merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Diharapkan kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang rupiah dengan baik. (*)