TIMURNEWS.COM – Pengamat transportasi, Lambang Basri, menilai rencana revisi Peraturan Walikota (Perwali) mengenai operasional truk di dalam Kota sangat tepat dan harus didukung. Hal ini dikatakannya sudah sangat mendesak mengingat sudah banyak terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa akibat operasional truk yang waktunya bersamaan dengan jam-jam padat aktivitas masyarakat.

Pengamat : Revisi Perwali Langkah Yang Tepat
Karikatur Sopir Truk tidak operasi

“Itu (revisi Perwali) memang sudah sangat dibutuhkan, dan itu langkah tepat yang harus didukung,” kata Lambang, saat dihubungi Minggu (20/12).

Menurutnya, untuk mengatasi terjadinya miss traffic yang membahayakan masyarakat pengguna jalan di Kota Makassar, sebenarnya ada dua solusi. Yang pertama yaitu pemisahan ruang dan pemisahan waktu.

“Tetapi kalau mau dipisahkan ruang (akses jalannya), itu membutuhkan bayak biaya dan tentunya juga butuh waktu. Langkah yang paling tepat saat ini adalah pemisahan/pembatasan waktu operasionalnya,” ujarnya.

Lambang melanjutkan, untuk lalu lintas di kota besar seperti Makassar, ada dua hal yang  menjadi pertimbangan untuk melakukan pembatasan jam operasional.

“Yang pertama itu adalah tingkat kepadatan. Truk dengan kendaraan umum lainnya, itu perbandingan penggunaan ruang jalannya 1:7. Kemudian yang kedua, format pengaturan miss traffic,” ungkapnya.

Lambang menjelaskan, saat ini hampir di seluruh dunia kendaraan-kendaraan besar seperti truk diatur waktu operasionalnya, dan untuk mencegah miss traffic biasanya hanya beroperasi di malam hari.

“Malam hari kan aktivitas masyarakat tidak sepadat di siang hari, jadi itu bisa lebih meminimalisir terjadinya miss traffic. Kota Makassar harus melakukan itu,” ucapnya.

Lambang juga menambahkan, akan lebih baik lagi bila revisi Perwali truk ini bisa mengacu pada kajian-kajian yang lebih mendetail tentang lalu lintas dan pemanfaatan ruang jalan. (FO)