MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Cuaca yang tidak kondusif disertai kecepatan angin 20 knot, memaksa tim pencari KM Maurina dihentikan sekitar pukul 23.00 Wita.

Dua Nelayan Korban Kapal Terbalik Belum Ditemukan
KARIKATUR TIM SAR MELAKUKAN PENCARIAN KORBAN TENGGELAM

Kapal Motor (KM) Maurina yang berlayar dari Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan tujuan Pelabuhan Siwa, Palopo, dengan mengangkut 90 orang penumpang, Sabtu (19/12) sekira pukul 16.00 Wita, dikabarkan karam di perairan Teluk Bone.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengungkapkan, info yang didapat dari Kepala Syahbandar Bone, sebelum karam, kapal tersebut mengalami kebocoran dikarenakan bak mesin kapal tersebut pecah. Lokasi kejadian berada di perairan Teluk Bone yang berjarak sekitar 12 mil dari Pelabuhan Siwa.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak Syahbandar Bone langsung melakukan koordinasi dengan Polair dan Syahbandar Siwa untuk bisa turun dan membantu pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.

Akan tetapi akibat cuaca ekstrem, sekira pukul 17.15 Wita, Tim SAR dari Basarnas Siwa yang turun ke lokasi melapor bahwa Tim SAR yang turun tidak berhasil mencapai TKP dan meminta bantuan kepada Polair Bone untuk bisa turun ke TKP melakukan pencarian dan evakuasi.

“Infonya sekarang masih mencoba mencari dengan menggunakan kapal nelayan jenis GAI,” terang Frans Barung.

Frans Barung mengatakan, kondisi cuaca di lokasi kejadian cukup ekstrem, dan tim Basarnas dari Makassar pun telah bergerak untuk ikut membantu pencarian dan melakukan evakuasi.

Sampai saat ini belum ada informasi pasti terhadap jumlah korban pada kejadian tersebut. (FO)