SULSEL, TIMURNEWS.COM – Otoritas Jasa Kuangan (OJK) dan Kementrian Dalam Negeri serta institusi terkait membentuk Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPAKD). Sebagaimana pembentukan TPAKD merupakan tindak lanjut dari radiogram Menteri Dalam Negeri Nomor T-900 /634/Keuda Tanggal 19 Februari 2016 yang diminta kepala daerah seperti gubernur/bupati dan walikota untuk membentuk TPAKD di provinsi/kabupaten/kota bersama OJK, dan berada dibawah pembinaan dan koordinasi gubernur/ bupati/ walikota.

Pekan Depan TPAKD Hadir di Sulsel Pekan Depan
int

Dengan pembentukan TPAKD ini sebagai forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah. Pembentukan TPAKD diharapkan mampu mendorong ketersediaan akses kaunagn yang seluas-luasnua kepada masyarakat dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Olehnya itu, Deputy perizinan dan informasi OJK Sulampua KR 6 Sabaruddin menambahkan bahwa untuk TPAKD juga akan hadir di Sulawesi Selatan.

Dimana dikatakannya untuk proses telah disusun, dan sisa menunggu pengesahan dari kepala daerah terkait, dan diprediksikannya juga akan dilakukan pada minggu depan.

“Insya Allah, minggu depan” dalam pesan singkatnya, Minggu (27/3).

Dengan menekankan untuk meningkatkan percepatan akses keuangan ini, pihaknya juga tidak menargetkan untuk besaran dana yang disalurkan namun untuk pengaksesannya.

“Yang jelas bukan nominal tujuan utama. Tapi bisa diaksesnya lembaga Jasa Keuangan, baik perbankan, IKNB d Pasar Modal oleh masyarakat” tekannya

Sehingga bagi masyarakat yang sudah tahu dikatakannya akan lebih tahu, dan yang belum tahu akan jadi tahu, yang dapat mengakses lebih aktif dan dapat melakukan interaksi yang belum tahu yang dikatakan bisa memanfaatkan LJK untuk kepentingannya. Dan dengan seiring meningkatnya akses keuangan daerah dari dan oleh masyarakat, juga dipastikan nominal akan meningkat

“Kalo sudah begitu bisa dipastikan nominal penyaluran akan meningkat tajam” katanya. (nis)