Abdul Rahim, kakak korban Penganian yang Berujung Kematian di cafe Kembar Bontonompo, kabupaten Gowa mengadu ke PBHI Sulsel.

MAKASSAR, TIMURNEWS – Mustafa Dg Siwa,(34) menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan lebih sepekan di RS Wahidin Makassar, akibat luka penganiayaan yang dialami di Kafe Kembar, Bontonompo Kabupaten Gowa.

Kakak Korban, Abdul Rahim
yang ditemui di Kantor PBHI Wilayah Sulsel menceritakan kronologis kejadian, menurutnya sebelum terjadi pengeroyokan korban yang berboncengan sepeda motor dengan temannya singga membeli rokok. Sementara temannya menunggu di motor. Pada saat korban berada di dalam kafe tiba-tiba terdengar keributan dari dalam kafe. Teman korban yang mendengar keributan langsung melihat apa yang terjadi, teryata didalam kafe sementara berlangsung pengeroyokan yang tak lain korbannya Mustafa.

Abdul Rahim, menceritakan apa yang disampaikan saksi, menurutnya saat terjadi pengeroyokan ada sekitar enam orang memukul menggunakan balok dan senjata tayam.

“Kejadiannya tengah malam, karena kafe itu buka 24 jam,” kata Abdul Rahim, Selasa (31/03/20).

Kak korban bersama keluarganya yang lain mendatangi PBHI Sulsel, untuk meminta agar PBHI mengawal kasus ini, karena sejak kejadian hingga saat ini menurut Abdul Rahim belum ada satu pun pelaku yang ditangkap, sementara saksi sangat jelas melihat siapa-siapa saja pelaku pengeroyokan.

Abdul Rhim menambahkan, “Adik saya mengalami luka tusuk pada perut kiri dan kanan, bahu, kepala dan bagian lainnya.”

Adapun Ketua PBHI Sulsel Abdul Aziz Saleh mengatakan, akan mengatensi, memonitoring perkembangan kasus ini dan mendesak pihak berwajib agar serius dalam penanganan perkara ini, biar keluarga korban tetap merasa mendapatkan rasa keadilan.

“Jangan sampai terjadi konflik horizontal,” kata Ketua PBHI Sulsel Abdul Aziz Saleh.

Pihak kepolisan yang dihubungui melalui pesan WhatsApp belum memberikan respon hingga berita ini ditayangkan. (Iwan )