Terkait Penembakan Pemuda di Makassar

MAKASSAR, TIMURNEWS – Saat ini ramai diperbincangkan warganet di Sulawesi Selatan video penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap pemuda di Jalan Manuruki Raya belum lama ini.

Dalam video tersebut seorang anggota polisi yang diketahui bernama Bripka Andi Rahmat Jaya melepaskan tembakan kearah kaki pemuda yang diduga melakukan transaksi narkoba.

Setelah menyaksikan video tersebut, Syamsumarlin,SH selaku Pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Wilayah Sulawesi Selatan, mendesak Kapolda Sulsel segera menindak dan mengevaluasi anggotanya tersebut agar kelalaian penggunaan senjata api (senpi) oleh aparat kepolisian seperti ini tidak terulang-ulang lagi.

Menurut Syamsumarlin, terkait penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap terduga pelaku kejahatan yang dalam kondisi tangan kosong dan memohon ampun dalam video yang viral sejak Selasa 24 April 2018 lalu, merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan Perkapolri yang ada.

“Kami mendesak Kapolda Sulsel untuk segera menindaki dan mengevaluasi anggotanya tersebut,” Syamsumarlin di kantor PBHI Sulsel, Jumat (27/04/2018).

Lebih jauh dia menjelaskan, instrumen dalam hal penggunaan senjata api telah diatur secara jelas pada Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian Pasal 8 Ayat (1) poin a – c.

Kemudian, pada pasal 48 Ayat (2) telah diperjelas bahwa penggunaan senjata api adalah upaya terakhir untuk menghentikan tindakan pelaku kejahatan atau tersangka.

Bahwa dalam prosedur penindakan pelaku kejahatan atau tersangka yang berusaha melarikan diri atau melakukan perlawanan yang mengancam nyawa aparat, penggunaan senjata api oleh aparat didahului dengan melakukan tembakan peringatan ke udara kemudian melakukan tindakan melumpuhkan pelaku.

Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, sebelumnya oknum polisi tersebut sedang melakukan tugas pengawalan petugas Bank BNI di Jalan Mannuruki Raya untuk melakukan pengisian ATM BNI. Saat hendak turun dari mobil dia melihat dua orang pria yang mencurigakan sehingga oknum polisi menghampirinya. Salah satu dari pria tersebut melarikan diri setelah melihat polisi berseragam.

Melihat kejadian tersebut oknum polisi mencoba mengamankan salah satu pria yang tidak sempat melarikan diri. Namun pada saat itu memohon ampun agar tidak diamankan. Terdengar juga suara oknum polisi tersebut menyuruh pelaku tersebut untuk tiarap namun tidak diindahkan.

Kemudian oknum polisi langsung menembak paha kaki sebelah kiri pelaku.

Viralnya video tersebut, Polda Sulsel angkat bicara. Keterangan yang disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, oknum anggota polisi tersebut diketahui berpangkat Bripka dengan jabatan Ba. Subdit Pam Obvit, Polda Sulsel.

Dari hasil keterangan personel tersebut, kata Dicky membenarkan kejadian pada hari Selasa 24 April 2018 sekitar pukul 14.00 Wita di sekitar Jalan Mannuruki Makassar sementara melaksanakan tugas pengawalan uang ATM milik Bank BNI Makassar berteman 3 karyawan dari Bank tersebut.

“Pada saat akan melakukan pengisian uang pada mesin outomotif teler pada ATM tiba-tiba menemukan 2 orang yang diduga sementara melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu pada sekitar lokasi,” ungkap Dicky, Jumat (27/4/2018).

Melihat dugaan transaksi tersebut, Bripka Andi Rahmat Jaya bersama warga setempat berusaha untuk mengamankan, akan tetapi salah seorang pelaku yang hendak diamankan berusaha melakukan perlawanan dengan cara mendorong keras dada Bripka Andi Rahmat Jaya ke arah belakang, yang membuat warga yang berada lokasi akan melakukan tindakan anarkis kepada pelaku.

“Pelaku tersebut berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan cara mendorong dada Bripka Andi Rahmat Jaya ke arah belakang, yang berakibat membahayakan keselamatan personel,” ujar Dicky.

“Dengan adanya usaha perlawanan dan berusaha melarikan diri, selanjutnya dilakukan tembakan peringatan ke bawah sebelah kiri dari pelaku yang melakukan transaksi zat narkoba, yang mengakibatkan pelaku tersebut mengalami luka lecet yang kemudian berhasil diamankan satu paket saset jenis sabu-sabu,” tambahnya.

Bripka Andi Rahmat Jaya selanjutnya membawa lelaki yang diduga melakukan transaksi penjualan narkoba jenis sabu-sabu yang diketahui bernama Ashar, beserta barang bukti yang ada ke Posko Resmob Dit Reskrimum Polda Sulsel Jalan Hertasning Makassar, sebelum dibawa ke Polda Sulsel.

“Pelaku telah diamankan di Dit Narkoba Polda Sulsel, guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (*/DARWIS)