MAKASSAR, TimurNEWS.com – Pemerintah Sulawesi Selatan awal 2015 mendatang akan memulai pekerjaan Mega proyek kereta api tunggal kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa dan Takalar).

Monoreil Mamminasata Mulai Dikerjakan Awal 2015 | Int
Monoreil Mamminasata Mulai Dikerjakan Awal 2015 | Int

Pengerjaan mega proyek tersebut dipastikan setelah Dohwa Engineering Co.Ltd perusahaan asal Korea Selatan membuat kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Proyek yang menggunakan sistim kerjasama Publik Private Partnership (3P) tersebut, menurut Masykur A Sultan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulsel juga menggunakan pembiayaan kerjasama dengan perusahaan lain atau biasa disebut konsorsium.

Proyek yang direncanakan akan dimulai 2015 mendatang, ditargetkan dapat selesai tahun 2019. “Saat ini Dohwa akan merampungkan seluruh visability studynya dengan pihak pemerintah daerah dan pemerintah pusat mengenai kelayakan pembangunan monoreil tersebut,”kata Masykur (28/10) di Hotel Aston Makassar.

Dengan adanya monoreil ini nantinya diharapkan dampaknya dapat mengurangi kemacetan dan membangun interkoneksi dimana proyek ini juga akan terintegrasi dengan proyek kereta api (KA) trans Sulawesi.”Jalur pertama dari Jalan Sultan Alauddin sampai Bandara Sultan Hasanuddin dengan panjang jalur yakni 22 Kilometer (km).Total 18 stasiun,”katanya.

Sementara itu Vice President Railways Division,Dohwa Engineering Co.Ltd,Jeong Soo-dong mengatakan pembangunan akan dimulai setelah semua proses perizinan dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten /kota selesai.”Proyek ini melibatkan seluruh stakeholder dan pemerintah. Dimana jaringan jalan yang dipakai ini adalah Jalan Nasional, provinsi dan kota,”kata Jeong.

Adapun nilai investasinya sebesar USD 1,2 miliar. Anggaran meliputi sembilan item yakni survei kelayakan sebesar USD 4,420 juta, design sebesar USD 15,338 juta,konstruksi bangunan sebesar USD 442 juta,Land Acquisition sebesar USD 130 juta juta,Subsidiary sebesar USD 80,569 juta, rolling stock sebesar USD 139.240 juta,bussines reserve sebesar USD 44,501 juta,fluktuasi harga sebesar USD 272 ,002 juta dan biaya perawatan konstruksi sebesar 81,334 juta.

Dikatakan Jeong hingga saat ini beberapa perusahaan yang juga ikut tertarik pada proyek tersebut antara lain Posco Steel Compony,dan beberapa perusahaan konsorsium lain yang akan ikut andil dalam proses pengerjaan proyek tersebut.

Secara terpisah ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sulawesi Selatan La Tunreng menyatakan apresiasinya terkait rencana Dohwa tersebut.”Kabar yang baik,sangatlah wajar jika investor meminta izin untuk kemudahan pengerjaan proyek ini semoga bisa dipercepat dan investor tidak perlu menunggu lama,dimana waktu yang panjang dan lama bisa membuat para investor kabur alias tidak jadi berinvestasi,”kata Latunreng. | Nina Annisa.