TimurNEWS.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN- RB) Yuddy Chrisnandi merespon positif pembentukan Komisi Pengendalian dan Percepatan Program Strategis (KP3S) di Pemerintahan Kota Makassar. 


Pernyataan ini diungkapkan Yuddy saat melakukan pertemuan dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto, di Jakarta, kamis (12/3). 


Yuddy yang menjadi pemateri pada Orientasi Kepemimpinan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (OKPPD) yang di gelar di Badan Diklat Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan secara khusus memberi kesempatan kepada Danny untuk memaparkan dasar dan maksud pembentukan KP3S di pemkot Makassar. 


“Alhamdulillah, ini tentu kabar gembira untuk kita. Dukungan penuh dari Pak Menteri yang begitu positif tentu diharap menjadi penyemangat seluruh anggota KP3S untuk bekerja lebih keras untuk warga Makassar,” ujar Danny Via WhatsApp. ‬

‪Dalam penjelasan Yuddy kepada Danny, KP3S merupakan hak otonom pemkot Makassar dalam mempercepat seluruh program – program yang di gagas Danny.

“Bahkan tadi pak Menteri meminta khusus kepada kami untuk selanjutnya mempresentasikan pembentukan KP3S ke Deputy Tata Laksana Kemenpan, bagi beliau KP3S ini suatu langkah cerdas dalam melakukan percepatan program pembangunan di kota Makassar ” lanjut Danny.

Dukungan penuh dari Yuddy tersebut, diharapkan Danny menjadi ending yang bagus bagi seluruh jajaran pemkot Makassar untuk saling bersinergi dalam menjalankan semua program yang sudah dibuat.

‬”Dari awal memang kami sudah optimis. Hasil kajian serta konsultasi dengan beberapa ahli menjadi dasar kami untuk membentuk KP3S. Apalagi kami ingin seluruh program bergerak cepat, jadi tentu butuh stimulus baru, dan KP3S inilah ikhtiar kami ” lanjut Danny. 

Danny mengaku semakin optimis, pengakuan terbuka dari Kemenpan menjadi ending berakhirnya polemik keberadaan KP3S. ‬

‪”Inikan isunya kemarin cukup mengganggu konsentrasi teman – teman di KP3S untuk bekerja. Makanya dengan adanya pengakuan memberikan kesempatan kepada Danny untuk menyampaikan secara tekhnis maksud, dan dibuka langsung oleh Menteri Dalam negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (*)