TIMURNEWS.COM–Kemacetan di ruas-ruas jalan tol akibat libur panjang sudah terjadi sejak Rabu (23/12). Banyak pengguna jalan menjerit karena kemacetan setara atau melebihi musim mudik Lebaran. Kini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melarang truk-truk melewati jalan tol, menghindari kemacetan angkutan Natal dan Tahun Baru 2016.

“Untuk mengantisipasi arus Angkutan Natal 2015 Dan Tahun Baru 2016, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 48 Tahun 2015 tanggal 25 Desember 2015 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Pada Masa Angkutan Natal 2015 Dan Tahun Baru 2016,” kata siaran pers dari Kemenhub yang dilansir dari detik.com, Jumat (25/12/2015).

ILUSTRASI; int
ILUSTRASI; int

SE diterbitkan hari ini dan berlaku mulai Rabu (30/12) sampai dengan Minggu (3/1/2016). SE tersebut ditujukan kepada Kapolri, para Gubernur, dan para Bupati/Walikota.

Truk-truk yang dilarang lewat jalan tol meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandeng, kontainer, dan truk pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Namun demikian, ada sejumlah kendaraan angkutan barang yang masih diperbolehkan lewat. Kendaraan itu yakni pengangkut BBM dan BBG, pengangkut ternak, pengangkut bahan kebutuhan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, dan barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan ekspor/impor seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Makassar.

“Selain itu, secara khusus pengangkutan bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui moda darat diberikan prioritas,” kata Jonan.

Pelanggaran terhadap Surat Edaran ini dikenakan sanksi sesuai Undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bila terjadi gangguan, maka semua pihak berkepentingan perlu berkoordinasi. (dtc)