MAKASSAR, TimurNEWS.com – Politisi Drs H. Ashabul Kahfi M.Ag, asal Partai Amanat Nasional (PAN) kembali mendapatkan kepercayaan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2014-2019. Posisi wakil ketua ini merupakan yang kedua kalinya di DPRD Sulsel.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Ashabul Kahfi
Wakil Ketua DPRD Sulsel Ashabul Kahfi

Mantan dosen IAIN, sekarang UIN, lahir di Makassar 13 Maret 1961 ini, dibesarkan dengan latar belakang kultur pendidikan agama yang kuat. Baik pendidikan formal maupun informal, oleh sang ayah yakni K.H. Djamaluddin Amin. Bersama saudara-saudaranya, Ashabul dididik di sekolah agama, seperti Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Saat kuliah, peraih suara 21.106 di daerah pemilihan A Makassar, saat pemilihan anggota legislatif lalu, ini pun melanjutkan jenjang pendidikan S1 dan S2 di IAIN. Semasa kuliah, Ashabul cukup aktif di dalam organisasi kampus. Semasa mudanya itulah, dia sudah aktif dalam Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islama (HMI).

Bukan hanya itu. Ashabul juga aktif pada organisasi intra kampus, senat mahasiswa IAIN, lalu melanjutkan karier organisasinya dengan berdakwah bersama Muhammadiyah dan terakhir tercatat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.

Karier organisasi yang dirintisnya tersebut, membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan seorang Ashabul Kahfi. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa memimpin parpol pada level provinsi dan menjadi pimpinan DPRD provinsi kalau tidak menjalani proses sebelumnya,” kata Ashabul.

Periode ini, dia telah berhasil mempertahankan keberadaannya sebagai wakil rakyat dalam tiga periode. Yang membuatnya kembali maju dan bertahan sebagai anggota dewan, disebabkan oleh motivasi dari konstituennya selama ini. “Menurut mereka, saya masih dianggap orang yang tepat untuk mengawal aspirasi mereka di DPRD Sulsel,” ujarnya.

Ashabul menambahkan, jargon PAN Merakyat (Menunaikan Amanat Rakyat), membuat mereka tak mungkin mengabaikan amanat konstituen yang kembali meminta untuk menata masa depan rakyat.

Ashabul juga mengatakan, sejak pertama kali dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel pada 2004 lalu, dia langsung ditunjuk sebagai pimpinan dewan pada posisi wakil ketua. Tentu pada posisi ini dia turut andil dalam berbagai kebijakan strategis di legislatif. Khususnya, dalam mengawasi jalannya pemerintahan di Sulawesi Selatan.

Dalam kapasitas sebagai pimpinan DPRD inilah, Ashabul cukup intensif bertukar pikiran dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Dimana saat itu Syahrul masih menjabat sebagi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. “Melalui perbincangan itulah tercipta kebersamaan dalam membangun Sulsel yang lebih baik,” katanya.

Ashabul menambahkan, saat dia diamanatkan sebagai Ketua PAN Sulsel, tanpa ragu dia dan partainya mengusung Syahrul sebagai calon gubernur Sulsel tahun 2007 lalu.
Setelah Syahrul terpilih menjadi gubernur saat itu, mereka bahu-membahu mewujudkan visi Sulsel sebagai provinsi terdepan di negeri ini. Kerja tim yang mereka bangun antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulsel telah menorehkan prestasi 100 lebih penghargaan nasional bahkan internasional, khususnya penetapan WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut.

Selain itu, berhasil menempatkan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam tata kelola pemerintahan sekaligus daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. | MAPPARENTA