A. AR. Rakhmansya Iskandar

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM –  pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan melakukan aksi di depan Mako Polrestabes Makassar jalan Jendral Ahmad Yani Senin (2/11/2020).

Para pengunjuk rasa menuntut Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam untuk membebaskan rekan mereka yang ditangkap atas dugaan terlibat pembakaran Mobil Ambulance pada Jumat (23/10/2020) lalu.

“Kawan kami Ijul tidak terlibat dalam aksi pembakaran mobil dikampus UNM saat itu. Bebaskan kawan kami sekarang juga, teriak Awal koordinator lapangan dalam orasinya.

Tampak puluhan mahasiswa menggelar spanduk bertuliskan “Bebaskan Ijul dan Korban salah tangkap lainnya sekarang juga selain itu tertulis pula Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja dan Bebaskan Ijul dan Korban Salah Tangkap lainnya,

Selain itu terdapat pula tulisan Stop Kriminalisasi dan Kecam Represifitas Aparat termasuk mosi tidak percaya lainnya yang disampaikan dalam releasenya.

Supianto yang akrab disapa Ijul merupakan pimpinan Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang makassar, diamankan polisi saat peristiwa aksi atas dugaan terlibat pembakaran Mobil Ambulance salah satu partai Nasdem pada jumat (23/10/2020) lalu

Ijul yang telah ditetapkan tersangka oleh polisi dinilai pengunjuk rasa merupakan kriminalisasi. Menurut FPR dalam releasenya saat kejadian ijul berada di dalam kampus UNM tidak sedang menjadi bagian dari aksi massa. Penangkapan ijul diragukan kebenarannya karena atas pengakuan salah satu peserta aksi yang tidak dikenali.

Massa unjuk rasa akhirnya diterima oleh Wakasat Polrestabes Makassar AKP Sugeng. Dihadapan massa Sugeng mengatakan Pelaku yang ditangkap saat ini sedang dalam pemeriksaan alat bukti dan masih mendalami keterangan sejumlah saksi.

Adapun terkait surat penangguhan penahanan yang diajukan pihak Kuasa Hukum massa FPR dirinya mengaku belum menerima dan masih menunggu dari pihak urusan dalam

“saat ini pihak kami sedang mendalami sejumlah alat bukti dan mendengarkan keterangan saksi. Untuk itu tidak perlu gontok gontokan cukup Kuasa hukum yang mewakili kalian. Surat penangguhan itu ada prosedurnya dan hingga kini belum sampai ke polrestabes Ujar Sugeng dihadapan massa.

Hingga saat ini aksi unjuk masih berlangsung. Sejumlah aparat pengamanan tampak menjaga Mako Polrestabes Makassar dan menjaga lalu lintas kendaraan tetap lancar.