Laporan : Arya Rahmansyah

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM -Sejumlah organisasi Buruh yang mengatasnamakan Federasi Perjuangan Buruh Nasional (FPBN) Sulawesi Selatan, bersama Konfederasi Serikat Nasional (KSN) Sulsel dan Lembaga Pergerakan Rakyat Indonesia Sulsel, menggelar unjuk rasa protes terhadap pimpinan PT Megah Finance cabang Makassar terkait nasib rekan mereka yang tidak diberikan upah sejak di rumahkan april 2020 lalu.

Sejumlah Massa gabungan Buruh tersebut mengepung kantor PT Mega Finance. Para pendemo dalam orasinya menyinggung perusahaan PT Mega Finance Makassar telah mengebiri hak hak para buruh. Para buruh yang datang menggelar alas berupa terpal dari tenda. Sebagian massa ada yang duduk dan tiduran di depan kantor sebagiannya lagi berdiri membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak PHK Sepihak, Tolak Perbudakan Modern” dan Hentikan Pembodohan Terhadap Buruh, di halaman kantor PT Megah Finance di jalan Pelita senin 3/8/2020.

Para pendemo yang ingin menemui Pimpinan PT Megah Finance cabang Makassar iksan gagal karena tidak berada di tempat. Perwakilan massa akhirnya hanya diterima oleh fadil yang mengaku sebagai pihak kuasa hukum perusahaan.

Ketua Dewan Pengembangan Organisasi Federasi Perjuangan Buruh Nasional (FPBN) Sulsel, Naufal mengungkapkan bahwa ke 8 nasib rekan mereka sudah tidak diberikan upah sejak mereka dirumahkan april lalu. Menurutnya semestinya pihak perusahaan harus tetap memberikan upah ditengah covid 19 untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari hari keluarga mereka.

Naufal menduga Pimpinan Mega Finance Makassar Ikhsan mengambil keputusan sepihak dan sengaja mempermainkan hak ke 8 orang rekan mereka yang dirumahkan dengan tidak memberikan upah sepersen pun atas alasan keputusan tersebut adalah kebijakan Pimpinan Pusat karena wabah covid 19.

Karena itu Naufal memberikan kesempatan batas waktu selama 14 hari kepada pimpinan PT Mega Finance cabang makassar untuk segera menyelesaikan pembayaran upah ke 8 orang rekan mereka yang belum terbayarkan sejak april 2020 lalu.

“kami akan menunggu, jika tidak ada keputusan maka kami akan menduduki kembali kantor ini. Ungkapnya.

Fadil selaku pihak kuasa hukum perusahaan Mega Finance mengatakan akan meneruskan tuntutan aspirasi para buruh dan terus berupaya membuka ruang komunikasi dalam penyelesaian masalah tersebut.
“berikan kami kesempatan 14 hari menyelesaikan masalah ini, kami akan segera membuatkan berita acara dan berupaya mencari jalan terbaik permasalahan tersebut”, jelasnya.

Unjuk rasa gabungan organisasi buruh Sulawesi Selatan di kantor PT Megah Finance Cabang Makassar tersebut merupakan aksi yang kedua kalinya digelar namun hingga kini belum ada kepastian, Pihaknya mengaku telah melaporkan ke dinas tenaga kerja dan anggota DPRD kota makassar. Sedianya pimpinan PT. Mega Finance segera akan dipanggil terkait persoalan tersebut, katanya.

Naufal menambahkan bahwa lembaganya tetap menghindari adanya perselisihan antara buruh dengan perusahaan.  Olehnya itu perjuangan buruh senantiasa mengedepankan perundingan sebagai jalan terbaik, tuturnya.(*)