Muh Ari Fadli, Ksubbidang restoran dan sarang burung walet minerba bapenda kota makassar. Dok 

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Kota Makassar merupakan Ibu Kota Sulawesi Selatan dan juga pintu gerbang kawasan Indonesia Timur dan Barat, menjadikan kota ini memiliki nilai plus bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis di kota bergelar Anging Mammiri ini. Bisnis apa pun yang digeluti di kota ini tentu akan memerikan keuntungan menggiurkan, apalagi bisnis kuliner.

Menjamurnya bisnis kuliner tentu menjadi peluang besar bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Untuk tahun 2019 ini Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Bidan Pajak Restoran menarget mengumpulkan PAD dari pajak restora sebesar Rp 170 miliar.

Kasub restoran dan sarang burung walet minerba Bapenda Kota makassar, Muhammad Ari Fadli, mengatakan saat ini bidangnya telah mencatat penerimaan pajak restoran Rp 71.927. 255.746 atau sekitar 42,2 persen dari yang ditargetkan.

“Agar target ini tercapai, kita terus lakukan sosialisi terhadap wajib pajak,” kata Ari.

Sesuai arahan dan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bapenda Kota Makassar juga giat melakukan alat pendeteksi pada restoran-restoran. Pemasangan alat ini, kata Ari telah bekerjasama dengan BPD dimana BPD menyiapkan alat dan sistemnya.

“Saat ini ada 250 alas sementara proses pemasangan,” ucap Ari. (*)