Lurah Manuruki, Muhammad Ari Fadli

MAKASSAR, TIMURNEWS – Beberapa hari terakhir beredar kabar tak sedap. Lurah Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Muhammad Ari Fadli diduga provokasi warganya agar menolak pasien ODP dan PDP diisolasi di gedung Badan Pengembangan Sumebr Daya Manusia (BPSDM) Sulsel karena berada disekitar pemukiman warga.

Jika isu tersebut benar adanya, tentu sangat tidak terpuji untuk dilakukan oleh seorang pejabat publik. Menanggapi berita yang terlanjur meluas itu, Ari sapaan Lurah Manuruki, ditemui di kantornya, Kamis (16/04/2020) mengatakan apa yang bededar tersebut sama sekali tidak benar.

Akan dijadikannya BPSM sebagai tempat isolasi pasien ODP dan PDP, kata Ari baru diketahui pada saat rapat koordinasi di kantor camat, Minggu (12/04/20) lalu.

Dia juga mengatakan mana mungkin dia provokasi warga sementara pasien ODP dan PDP telah menempati BPSDM sebelum rapat koordinasi di kecamatan.

“Saat pemerintah provinsi melakukan pertemuan untuk menjadikan BPSDM sebagai tempat isolasi, kami tidak dilibatkan,” kata Ari.

Sehingga itu sebelum rapat koordinasi di kantor kecamatan dirinya sama sekali tidak mengetahui BPSDM akan dijadikan tempat isolasi pasien ODP dan PDP.

“Malamnya setelah rapat koordinasi barulah kami sampaikan ke tokoh masyarakat dan RT/RW mengenai rencana tersebut,” ucapnya.

Jika disebut telah provokasi warga agar menolak pasien, kata Ari maka sama sekali tidak benar karena pihaknya baru mengetahui setalah pasien sudah berada disana.

“Malah sebaliknya kami edukasi warga agar bisa menerima pasien yang akan ditempatkan disana,” kata Ari.

Namun pada pagi harinya, Senin (13/04/20) beberapa warga berkumpul di sekitar BPSDM menolak pasien ODP dan PDP diisolasi di BPSDM.

“Bisa jadi saya dianggap provokasi warga melakukan penolakan, karena malam harinya rencana BPSDM dijadikan tempat isolasi kami sampaikan pada warga,” kata Ari.

Saat warga mulai ribut-ribut menolak rencana tersebut, Ari mendapatkan perintah dari Camat Tamalate pergi tenangkan warga. Saat tiba dilokasi ternyata sudah ada perwakilan Pemprov Sulsel yakni Asisten I Tau Toto Ranggina dan Kepala BPSDM Ir Imran Jausi.

Saat Asisten I menanyakan kapan ada pemberitahuan ke warga mengenai lokasi tersebut akan digunakan sebagai tempat isolasi. Ari menjawab warga diberi info malamnya setelah rapat koordinasi di kantor kecamatan kemarin (Minggu) melalui tokoh masyarakat dan RT/RW.

Saat dilokasi karena BPSDM telah ditempati pasien ODP dan PDP, Ari menyampaikan kepada Kepala Diklat pihak kelurahan untuk sementara tidak mengangkut sampah dari tempat tersebut karena karna mau mengecek bagaimana proses pengelolahan limbah sampah di tempat itu.

Penyampaian tersebut dikatakan dengan pertimbangan selama ini sampah-sampah yang diambil dari tempat tersebut hanya sampah kantoran seperti kertas, tapi sekarang disana sudah ada pasien ODP dan PDP, jangan sampai sampah-sampah disana bercampur dengan sampah pasien yang bisa berdampak pada pengangkut sampah.

“Tentunya kami harus melengkapi petugas sampah kita dengan alat pengaman,” ucap Ari. (IWAN MAPPARENTA)