MAKASSAR, TimurNEWS – Pada penilaian pertama (P1) Adipura, Kota Makassar lolos dengan angkat baik 71, 47. Tapi angka ini bukan jaminan Kota Makassar benar-benar bisa meraih Piala Adipura tahun 2015 ini.

Masih ada empat faktor yang menjadi penentu yang harus dipenuhi pada tahapan selanjutnya.

Saat rapat koordinasi, antara Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota, bersama seluruh lurah se Kota Makassar, dan juga Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI.


Kepala BLHD, Muhammad Masri Tiro, mengatakan, berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2015 tentang persampahan, terjadi perubahan kriteria utamanya terkait pemilahan sampah, sehingga kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di Antang saat ini tidak memenuhi kriteria karena masih menggunakan sistem open dumping.

‪“Untuk menilaian adipura, Makassar masiih harus menggenjot pola pengelolaan dan pemilahan sampah jika ingin lolos dalan P2,” katanya.‬

‪Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, juga membenarkan kendala yang masih dihadapi Makassar yakni terkait TPA, pemukiman, pertokoan dan juga kondisi pasar yang ada saat ini.

‬“Pada dasarnya Adipura bukanlah sebagai target, namun tidak dapat dipungkiri Adipura merupakan simbol penghargaan masyarakat secara formal,” tuturnya.


Deng Ical, sapaan akrab dari Syamsu Rizal, mengharapkan seluruh stackholder yang ada, mampu bekerja secara maksimal guna membenahi beberapa hal yang menjadi kendala.


Sementara untuk kondisi TPA, menurut Deng Ical, dalam waktu satu dua hari ke depan, akan dilakukan korelasi khusus bersama BLHD, Dinas Kebersihan, dan juga PU, untuk membicarakan tindakan yang dapat dilakukan dalam waktu singkat, mengingat rencana awal untuk menjadikan TPA sebagai sumber energi dengan bekerja sama bersama Denmark tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.


“Untuk perencanaaan pengelolaan TPA bersama Denmark merupakan perencanaan jangka panjang, yang paling cepat dapat dilakukan tahun depan, sehingga akan dikoordinasikan bersama PU, Dinas Kebersihan, dan BLHD, kiat yang dapat ditembuh dalam waktu sebulan ini,” tandasnya‬. (*)