Listrik Tak Merata Pemuda Pangkep Ciptakan Pembangkit Listrik Non Migas
Listrik Tak Merata Pemuda Pangkep Ciptakan Pembangkit Listrik Non Migas

PANGKEP, TIMURNEWS – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Banyak yang menyebutkan Kabupaten Pangkep salah satu kabupaten tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Walau pun Kabupaten Pangkep dianggap sebagai salah satu kabupaten tertinggal bukan berarti Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah ini ikut tertinggal.

Belum meratanya pembangunan dan fasilitas pemerintah di daerah ini, malah memunculkan ide-ide kreatif dari pemuda-pemuda untuk berbuat lebih bagi daerahnya. Aco Parenrengi misalnya. Bersama dengan teman-temannya mendirikan Tim Riset HypnoTeck for Succes H4S Kabupaten Pangkep yang bergerak pada bidang menciptakan mesin pembangkit listrik tanpa bahan baku minyak dan gas (migas).

Dilansir dari beritapangkep.com, ide menciptakan mesin pembangkit listrik tanpa migas tersebut berawal saat dirinya melihat masyarakat kecil di Kabupaten Pangkep yang belum bisa menikmati fasilitas listrik secara merata.

Sistem kerja mesin pembangkit listrik tanpa migas yang diciptakan Aco bersama teman-temannya menggunakan konsentrasi Teknologi Kumparan Magnet, konsep kerjanya magnet saling tolak menolak dari putaran sehingga menghasilkan putaran yang menghasilkan listrik.

“Jadi mekanismenya dari perputaran magnet tapi magnet tersebut harus melewati settingan agar bisa saling menolak dan perputarannya terus berlangsung. Tidak mudah menghasilkan energi dari magnet karena proses tolak menolak magnet tersebut tidak berlangsung lama dan perputaran bisa berhenti karena adanya efek Interplanetary Magnetic Field ( IMF ),” jelasnya Aco.

Dengan riset yang lama, kata Aco, timnya mampu mengalihkan atau merekayasa efek IMF sehingga perputaran magnet terus berjalan dan menghasilkan aliran listrik. Mesin pembangkit listrik tanpa migas ciptaan Tim Riset HypnoTeck for Succes H4S Kabupaten Pangkep mampu menghasilkan Listrik sampai 1 juta watt dan yang paling rendah 5000 watt.

Teknologi yang diciptakan pemuda pangkep atas ilham dari masyarakat kecil yang belum menikmati fasilitas listrik ini, rupanya tak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, utamanya Pemda Pangkep. Padahal para Pemuda Kreatif ini melakukan riset atas dasar wilayah hampir 50 persen wilayah di kabupaten Pangkep masih kekurangan tenaga listrik utamanya di wilayah kepulauan. Tapi malah pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang tertarik pada proyek tersebut.

“Sudah ada beberapa perusahaan tambang yang melirik proyek kami ini. Pemerintah Kaltim pun sangat antusias. Meski begitu, kami juga tidak akan lupa dimana asal muasal ide pembuatan kami ini terbentuk. Kami siap mengabdi untuk Kabupaten Pangkep jika suatu saat riset kami dibutuhkan,” katanya.

“Ada alasan kenapa kami putra daerah fokus dengan teknologi ini. Soalnya wilayah pelosok di Indonesia masih kurang terpenuhi listrik, khususnya di pulau-pulau di wilayah Kabupaten Pangkep. Listrik di sana hanya mampu dialiri empat jam itu pun masih banyak menggunakan generator bahan bakar migas,” katanya. (*)