MAKASSAR, TimurNEWS.com — Legislator Partai Bulan Bintang (PBB) Muhammad Said mengaku telah diperas oleh mantan calon legislatif Partai Bulan Bintang, Ahmadin Alwi. Bentuk pemerasan dengan meminta sejumlah uang yang membuat Said menjadi resah dinilai tidak rasional.

Ketua DPC Makassar PBB Firdaus Anas, Sekreataris DPC PBB Rahman,Muhammad Said, memberikan keterangan
Ketua DPC Makassar PBB Firdaus Anas, Sekreataris DPC PBB Rahman,Muhammad Said, memberikan keterangan

“Saya telah diperas oleh salah seorang Caleg di PBB dengan alasan tidak jelas, makanya saya terus terang keberatan,” kata Said kepada wartawan di salah satu rumah makan di Makassar, kemarin.

Anggota DPRD Kota Makassar ini, menjelaskan Caleg PBB yang dimaksud meminta sejumlah uang dengan nilai yang telah ditentukan dengan disertai ancaman. Dengan alasan, Said telah menandatangani surat perjanjian untuk memberikan sejumlah uang jika terpilih menjadi legislator. Selain itu, Said juga dituding telah melakukan pemalsuan surat mandat di PBB saat Pileg lalu.

“Dia pernah datang ke rumah meminta uang dan saya tidak layani karena itu sudah memeras dan saya tidak terima. Katanya ada perjanjian, padahal itu tidak ada dan saya merasa ditipu,” kata Said.

Surat perjanjian itulah kata dia, yang dijadikan senjata oleh Ahmadin untuk memeras. Bahkan, memunculkan di media jika Said bakal di PAW jika tidak menyerahkan sejumlah uang kepadanya. “Silahkan klarifikasi ke partai keberadaan surat perjanjian jika saya terpilih saya bakal menyerahkan uang senilai Rp 2 juta perbulan, itu tidak dibenarkan di partai,” ungkap Said yang masih menjadi tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi swasata itu.

Terkait pemalsuan surat mandat itu, Ketua DPC Makassar PBB Firdaus Anas mengatakan, tidak ada surat mandat yang dipalsukan oleh Said. Dia pun mengaku, masalah itu diselesaikan di internal PBB. “Tak ada pemalsuan surat mandat, itu sudah selesai,” kata Firdaus yang didampingi Sekreataris DPC PBB Rahman.

Dia pun menyebutkan jika kesepakan antara Said dengan Ahmadin itu batal sebab tanpa persetujuan partai. “Jadi yang terjadi adalah pemerasan yang dilakukan oleh Caleg gagal ke pak Said,” ucap Firdaus.

Sementara itu, Ahmadin Alwi yang dihubungi terpisah membantah keras tudingan telah melakukan pemerasan. Dia juga membantah jika dirinya tidak pernah mendatangi rumah legislator PBB itu. “Tidak benar jika saya telah memeras uang ke beliau, kapan juga saya datang ke rumahnya,” kata Ahmadin.

Dia membeberkan jika surat kesepakatan antara dirinya dengan Said dilakukan berdua. Makanya, dia hanya mengingatkan terkait kesepakatan untuk menyerahkan sejumlah uang kepada dirinya jika duduk di DPRD Makassar. “Saya punya surat kesepakatan berdua dan ini ditandatangani oleh Pak Said sendiri, mananya yang memeras?”  kata Ahmadin.

Ahmadin pun mengancam akan melaporkan ke polisi terkait tudingan pemerasan itu. “Saya akan laporkan pencemaran nama baik saya,” katanya. | MAPPARENTA