TIMURNEWS.COM – Komisis Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) putuskan pemungutan suara ulang (PSU) di 74 TPS yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Sulsel pada 27 April 2019 mendatang.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua KPU Sulsel Misnah M Attas, Selasa (23/04/2019).

74 TPS yang bakal melakukan PSU, kata Misnah merupakan hasil rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menemukan kejanggalan dalam pemilu di TPS tersebut.

Salah satu kejanggalan tersebut banyaknya pemilih yang hanya membawa KTP elektronik untuk mencoblos.

“Pada dasarnya mendorong PSU ini untuk menjadi pembelajaran kepada masyarakat baik kepada pemilih, penyelenggara di tingkat bawah, dan pihak-pihak yang terakit, yang kadang-kadang memaksakan kehendak untuk memilih padahal sebetulnya tidak memenuhi syarat,” kata Misnah kepada wartawan.

Misnah menambahkan, kemungkinan jumlah TPS yang direkomendasikan untuk PSU masih bisa bertambah mengingat Bawaslu masih melakukan pengkajian bagi sejumlah TPS yang berpotensi untuk PSU.

Namun ia meminta rekomendasi yang diberikan Bawaslu harus sebelum tanggal 27 April karena PSU bakal digelar secara serentak.

“27 April ini batas terakhir untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang, sehingga kami meminta kepada Bawaslu untuk memberikan rekomendasi sejumlah TPS yang ditengarai bermasalah,” katanya.

Terkait logistik surat suara Misnah mengatakan telah berkoordinasi dengan KPU RI dan sudah terpenuhi. Sehingga tanggal 27 nanti semuanya sudah tersedia.

“Untuk surat suara tetap mengacu pada DPT ditambah dua persen,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan saat ini Kota Makassar menjadi daerah yang paling banyak melakukan pemungutan suara ulang dengan 16 TPS.

Selain Makassar, beberapa Kabupaten/Kota yang menggelar PSU, seperti Barru, Pangkep, Maros, Parepare, Gowa, Bone, Soppeng, Takalar, Jeneponto, Luwu Timur, Palopo, Luwu, dan Toraja Utara.  (*)