Kerajaan Luwu merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan. Kisah terbentuknya kerajaan Luwu tercatat dalam karya sastra klasik, kurang lebih 2851 halaman dengan jumlah baris teks 300 ribu. Disini kita hanya akan mengambil sebahagian cerita yang tercatat dalam kisah La Galigo, dimana kita akan membahas kisah cinta Sawerigading yang tak lain ayah dari I La Galigo.

Cerita Rakyat terpanjang di dunia ini, mencatat dan memberi banyak pelajaran bagi genetasi-generasi susudahnya bahkan hingga saat ini. Seperti halnya pelajaran tak boleh berputus asa yang diperlihatkan Sawerigading mendapatkan cintahnya hingga negeri Cina.

Sawerigading yang merupakan putera dari Raja Luwu Batara Lattu dari pasangan We Opu Sengngeng, saat lahir memiliki saudari kembar. Namun keberadaan kembarnya yakni We Tenriabeng dirahasiakan dari Sawerigading. Keberadaan We Tenriabeng dirahasiakan pihak istana kerajaan Luwu berdasarkan ramalan Batara Guru yang tak lain kakek dari Sawerigading.

Dimana ramalan Batara Guru, menyebutkan. Kedua cucunya itu harus dirawat secara terpisah dan keberadaan We Tenriabeng tidak boleh diketahui oleh Sawerigading karena kelak ketika dewasa mereka akan saling jatuh cinta, sementara aturan kerajaan Luwu tidak membenarkan terjadinya pernikahan sedarah.

Ketika keduanya telah tumbuh dewasa, tibalah saatnya We Tenriabeng dilantik menjadi Bissu (orang suci) di lingkungan kerajaan Luwu. Agar keberadaan We Tenriabeng tidak diketahui oleh Sawerigading. Raja Luwu, mengutus Sawerigading berlayar ke Ternate untuk menghadiri pertemuan para pangeran disana.

Dalam perjalanan ke Ternate, Sawerigading diberi kabar dari pengawalnya jika di Kerajaan Tanah Luwu akan berlangsung acara pelantikan Bissu. Dimana yang akan dilantik adalah We Tenriabeng yang tak lain saudari kembar Sawerigading.

Sawerigading yang baru mengetahui jika selama ini dia memiliki saudari kembar sontak kaget dan memerintahkan kembali ke tanah Luwu. Setibanya ditanah Luwu, Sawerigading langsung mencari We Tenriabeng yang selama ini disembunyikan darinya.

Saat mendapatkan dan melihat We Tenriabeng. Ramalan Batara Guru yang selama ini ditakutkan benar-benar terjadi. Sawerigading saat melihat We Tenriabeng langsung jatuh cinta dan hendak menikahi saudari kembarnya itu.

Karena adanya aturan kerajaan Luwu yang tidak membenarkan pernikahan sedara, sementara Sawerigading tetap ngotot menikahi saudarinya itu, Maka Raja Luwu Batara Lattu memberikan pilihan dan saran ke Sawerigading.

Sawerigading diminta pergi ke Negeri Cina. Dimana disana ada seorang putri kaisar cina seumuran dengan We Tenriabeng. Bukan hanya dari segi umur tetapi bentuk fisik dan wajah semuanya mirip dengan We Tenriabeng.

Berdasarkan petunjuk itulah Sawerigading berlayar menuju Negeri Cina. (*)