KETIKA BERITA HOAX MAKIN MARAK
ADHE IRMA SWASTIKA

NAMA : ADHE IRMA SWASTIKA

(UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA PRODI PGSD)

Facebook adalah sebuah jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg yang ia ciptakan sewaktu dikamar asramanya saat kuliah di Harvard. Kini facebook sudah memiliki juataan bahkan milyaran penggunan aktif.

Di Indonesia sendiri facebook sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua sudah mahir menggunakan jejaring sosial ini, di facebook pengguna dapat menambah pertemanan, menperbarui status, berbagi foto dan video dengan teman-teman, selain itu kini pengguna facebook sudah mulai berinovasi dengan memanfaatkan facebook sebagai media untuk promosi bisnis, sebagai tempat berdiskusi, bahkan untuk berbagi berita-berita yang dapat dibaca oleh pengguna-pengguna facebook lainnya.

Akhir-akhir ini banyak sekali berita atau artikel di facebook yang kadang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, Padahal, harusnya media sosial bisa memiliki fungsi yang lebih baik dan edukatif kepada para penggunanya, seringkali pengguna facebook hanya melihat dengan senang hati tanpa berpikir apakah berita yang ia bagikan itu adalah benar fakta atau hanya sebuah berita palsu.

Misalnya mulai dari berita yang tidak masuk akal, berita kriminal palsu,  gosip selebriti yang sering dilebih-lebihkan, hingga artikel-artikel tentang keagamaan yang kadang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dan kadang sesorang hanya membaca judul berita yang ia anggap menarik, lalu ia membacanya dan membuat presepsi sendiri bahwa berita yang  ia baca itu adalah sebuah kebenaran, tanpa ia berpikir panjang dan mensurvey berita tersebut, tanpa ia sadari pembaca berita tersebut adalah korban dari sebuah berita palsu.

Menurut seorang netter yang bernama Toruwijaya ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa berita itu adalah berita abal-abal atau palsu yaitu tidak adanya susunan redaksi, lali pada isi artikelmenggunakan judul yang heboh agar menarik pembaca untuk membacanya, dan disertai dengan artikel yang memutarbalikkan fakta.

Jangan asal mengklik sebuah postingan dengan judul yang kadang tidak masuk akal bisa jadi itu hanya sebuah berita palsu, selain itu dapat membuang waktu kita dengan sia-sia, dengan membaca sebuah berita palsu dapat menguntungkan bagi si situs palsu tersebut.

Memang tidak sedikit berita yang dibagikan difacebook adalah sebuah fakta, untuk kita sebagai pengguna facebook yang pintar harus dapat membedakan mana berita fakta dan mana berita yang palsu, membagikan sebuah berita difacebook dengan niat yang baik yaitu berbagi informasi dengan pengguna lain tidaklah tindakan yang buruk tetapi jika kita hanya asal-asalan membagi berita yang tidak jelas kebenarannya kita akan terlihat seperti orang yang bodoh.

Untuk itu kita harus lebih waspada dan lebih memilih berita yang sudah terklarifikasi dengan benar agar pembaca juga tidak tersesatkan oleh berita yang telah kita bagi. (*)