Hampir setiap satu jam, satu perempuan meninggal akibat kanker leher rahim

BONE, TIMURNEWS.COM – Guna memaksimalkan Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan, Tim PKK Kabupaten Bone bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan pertemuan di Gedung Latea Riduni Kamis (10/9/2015) kemarin.

Kesadaran Perempuan Memeriksakan Kanker Leher Rahim Sangat Rendah
Hampir setiap satu jam, satu perempuan meninggal akibat kanker leher rahim. | int

Bupati Bone Andi Fahsar M.Padjalangi, yang menghadiri pertemuan tersebut, mengatakan Kanker Servik merupakan kanker pada wanita dengan insiden tertinggi di Indonesia. “Untuk itulah perlu upaya promotif-preventif antara lain dengan melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan kanker servik secara intensif di berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bone,” katanya.

Gerakan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan, kata Fashar, dengan metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia telah dicanangkan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

“Ini menjadi Program Nasional Percepatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia 2015-2019, ” ungkapnya.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Andi Kurniati Fahsar mengatakan mendukung penuh pelaksanaan tes IVA sebagai langkah awal pencegahan dan deteksi dini kanker.

“Mengingat kurang dari 10 persen wanita Indonesia yang sadar dan bersedia untuk mengikuti tes deteksi dini kanker. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para wanita untuk ikut serta dalam upaya deteksi dini kanker ini,” ungkapnya.

Kurniati, mengharapkan dengan semakin meningkatnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker, maka kita bisa mengambil langkah-langkah penanganan sedini mungkin terhadap penderita kanker

“Mengingat kanker serviks adalah penyakit kanker mematikan nomor 1 di dunia,”harapnya.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan Andi Khasma Padjalangi menjelaskan, program nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan di Kabupaten Bone menjadi program yang sangat penting ke depan karena saat ini, kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kanker leher rahim sangat rendah dan jauh dibawah kesadaran perempuan di negara maju atau masyarakat perkotaan.

“Dengan deteksi dini menggunakan papsmear dan IVA maka akan mempercepat penanganan kanker servik sehingga kemungkinan untuk sembuh akan lebih tinggi dan biaya pelayanan pengobatan juga dapat ditekan. Oleh karena itu capaian cakupan deteksi dini dan akses masyarakat pada pelayanan deteksi dini ini perlu ditingkatkan dengan sungguh-sungguh dari waktu ke waktu.” jelasnya kepada TIMURNEWS.COM.

Mantan Direktur RSU Sayang Rakyat berharap para perempuan Kabupaten Bone akan lebih peduli dan bersemangat menjaga dan memelihara kesehatan dirinya. ” Mudah-mudahan gerakan ini menghasilkan suatu kegiatan nyata untuk pencegahan kanker servik di Kabupaten Bone. Kita tahu bahwa pencegahan merupakan tindakan yang jauh lebih baik dari pada pengobatan, ” ucapnya.2

Berdasarkan data terdapat 15.000 pasien baru kanker leher rahim setiap tahunnya, dan 8.000 diantaranya meninggal. Secara statistik, hampir setiap 1 jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker leher rahim. Perbandingannya, di dunia setiap 2 menit meninggal akibat kanker serviks.

Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan di Kabupaten Bone tersebut dihadiri Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi,M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj A. Kurniati Fahsar, Sekda Bone Drs.H.A.Surya Darma,Kadis Kesehatan Kabupaten Bone dr. Hj. A. Khasma Padjalangi, M.Kes. , dan pimpinan instansi terkait. (AD)