Kejahatan Akademisi di Kalangan Mahasiswa
IRFANDITA PUJI ASTUTI

Penulis : IRFANDITA PUJI ASTUTI

Di jaman yang modern ini manusia dituntut untuk selalu bergerak cepat untuk menghasilkan sesuatu. Banyak manusia yang tanpa berpikir apa yang dilakukannya baik ataupun buruk, yang dipentingkan hanya hasilnya cepat selesai. Begitu pula dengan mahasiswa yang selalu dituntut cepat dalam menyelesaikan tugas dan kewajibannya di bangku kuliah. Mahasiswa seringkali diberi waktu yang hanya sedikit untuk bisa menyelesaikan tugas-tugasnya sehingga seringkali mahasiswa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan cara instant.

Adanya internet sering sekali dijadikan cara instan oleh mahasiswa dalam mencari, mendapatkan, dan mengolah informasi atau data sebagai salah satu kebutuhannya. Internet memudahkan mahasiswa dalam pembuatan tugas-tugas yang diberikan Dosen.Mahasiswa seringkali melakukan penyalahgunaan teknologi untuk kemudahan kepentingan-kepentingannya.

Di dalam membuat tugas yang diberikan oleh dosen, mahasiswa mendapatkan suatu informasi di internet. Akan tetapi banyak mahasiswa yang menggunakan teknologi sebagai bahan referensi tanpa mencantumkan sumber yang mereka peroleh kedalam tugasnya.

Seiring dengan perkembangan globalisasi, keterbukaan informasi publik semakin dapat diakses dengan mudah. Kemudahan mengakses informasi telah tumbuh secara dramatis sejak adanya internet. Keberadaan internet bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi menguntungkan, di satu sisi yang lain merugikan.

Internet dapat menyediakan informasi dari seluruh penjuru dunia sehingga dapat menambah pengetahuan pengaksesnya. Akan tetapi, internet juga membuka peluang untuk melakukan ketidakjujuran dalam akademik, seperti plagiarisme.Ketidakjujuran merupakan perbuatan yang tidak terpuji yang seharusnya ditinggalkan oleh mahasiswa, bukan malah ketidakjujuran dibudayakan.

Tetapi yang terjadi saat ini ketidakjujuran dalam pembuatan tugas-tugas dikampus malah dibudayakan oleh mahasiswa. Mahasiswa adalah garda terdepan dalam kemajuan suatu bangsa. Seharusnya mahasiswa menanamkan moral yang baik. Sehingga penerus generasi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju.

Plagiat itu sendiri merupakan perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah orang lain, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai (Permendiknas No 17 tahun 2010, Pasal 1 Ayat 1 ).

Disadari atau tidak perilaku plagiarisme seperti ini sangat merusak generasi bangsa. Perilaku seperti ini menjadikan mahasiswa berpikir pasif, hanya tergantung pada hasil karya orang lain. Rasa malas yang timbul dalam diri mahasiswa juga mengakibatkan timbulnya plagiarisme.Sifat malas pasti ada dalam diri mahasiswa. Karena dengan banyaknya tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa.

Sehingga mahasiswa mengambil jalan pintas yang malah menjerumuskan mahasiswa kedalam hal yang negatif. Sifat malas ini yang akan menjerumuskan mahasiswa untuk masuk kedalam kejahatan akademis. Kejahatan akademis seperti kecurangan dalam mengambil hasil karya orang lain melalui internet tanpa mencantumkan sumber. Plagiarisme akan mengakibatkan kurangnya daya kreativitas mahasiswa dalam membuat suatu karya tulis.

Tidak percaya diri dalam mengerjakan tugas yang diberikan dosen juga memunculkan sifat plagiarisme. Mereka beranggapan bahwa hasil karya orang lain lebih sempurna daripada hasil pekerjaan sendiri. Tetapi hal itu belum tentu benar. Mereka sering kali tidak percaya terhadap hasil pikiran yang tertuang pada pikiran dalam diri merka sendiri. Seharusnya mahasiswa harus menanamkan rasa percaya diri. Tidak bergantung pada orang lain. Setiap mahasiswa haruslah mempunyai keyakinan yang tinggi terhadap hasil karya diri sendiri.

Ada banyak mahasiswa kuliah hanya untuk menginginkan nilai yang bagus. Mereka tidak kompeten terhadap jurusan yang diambil. Mereka kuliah hanya untuk mendapatkan gelar saja. Padahal yang seharusnya kuliah itu agar mendapatkan ilmu.

Agar masa depan bangsa menjadi cerah. Bukan semata-mata untuk mengerjar nilai saja. Tetapi zaman sekarang ini sudah berbalik. Dosen hanya menginginkan sebuah nilai yang baik.

Tapi belum tentu mahasiswa berkompeten. Sehingga banyak mahasiswa berlomba-lomba dalam mengejar sebuah nilai dalam berbagai mata kuliah. Berbagai cara yang ditempuh mahasiswa tanpa memperhitungkan baik atau buruknya. Yang dipentingkan dalam pikiran mahasiswa hanyalah sebuah nilai dalam berbagai mata kuliah baik. Jalan pintas yang cenderung negatif seperti plagiarisme inilah yang menjadikan tumbuhnya nilai-nilai ketidakjujuran dalam membuat suatu tugas mata kuliah. Apakah hal ini yang dibudayakan di perguruan tinggi?

Di Indonesia, praktik-plagiat di dunia pendidikan sudah semakin memprihatinkan. Plagiarisme hanyalah upaya pembodohan generasi penerus bangsa. Hendaknya mahasiswa sadar dan menjauhi praktik plagiarisme. Seharusnya potensi yang dimiliki mahasiswa dikembangkan secara optimal tanpa harus mengambil jalan pintas dengan melakukan tindakan tidak terpuji.

Tanpa disadari atau tidak plagiarisme akan menimbulkan kesulitan mahasiswa untuk berpikir dan mengeluarkan ide-ide yang dimilikinya. Mahasiswa hanya terpaku pada hasil karya orang lain. Plagiarisme juga akan menimbulkan tindak kejahatan lain seperti korupsi. Tindakan plagiarisme akan mengajarkan mahasiswa untuk berperilaku curang dan tidak jujur.

Upaya yang harus dilakukan adalah mahasiswa harus mau belajar menulis dan membaca. Memperbanyak membaca dapat melatih daya berpikir mahasiswa dan dapat mengembangkan ide-ide yang ada. Selain itu juga mahasiswa dapat mempelajari tata tulisan yang baik. Sehingga mahasiswa dapat mudah untuk menulis dan dapat dengan mudah dalam mengerjakan suatu tugas yang diberikan dosen. Penanaman moral yang baik pada masing-masing mahasiswa sangat diperlukan untuk memberantas plagiator. (*)