Laporan : Ikhsan Djirong

BULUKUMBA, YIMURNEWS.COM – Antusias dukungan semakin tak terbendung kepada pasangan calon Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf – Andi Edy Manaf sehari sebelum hari pencoblosan di Pilkada Bulukumba.

Setelah terbukti menjadi korban kampanye hitan pihak rival, masyarakat semakin banyak beralih dukungan.

Sejumlah elemen masyarakat turut menegaskan untuk mengawal kemenangan calon bupati yang total mengusung visi misi perubahan Bulukumba tersebut.

“Masyarakat Bulukumba pemilih pintar. Mereka semua butuh perubahan karena hasil perjuangan untuk generasi selanjutnya,” kata Fatehullah MK, Kordinator Relawan Pengusaha Muda Bulukumba kepada awak media, Selasa 8 Desember 2020.

Sebelumnya tim dan relawan Harapan Baru menangkap basah komplotan penyebar info hoax atau kampanye hitam yang memojokkan paslon nomor 4 itu.

Sembilan orang ini adalah mahasiswa yang direkrut paslon tertentu untuk menjatuhkan HB.

Pria yang menjabat Ketua HIPMI Bulukumba ini menyayangkan kaum milenial tersebut ikut menjadi bagian dari citra buruk demokrasi. Tetapi memilih pemimpin yang komitmen untuk pemuda bukan cerita saja.

“Kami sayangkan hal ini, seharusnya milenial ikut mendukung calon pemimpin yang jujur dan amanah, malah jadi perusak demokrasi,” katanya.

Sementara itu, antusias masyarakat tak terbendung memberikan support kepada paslon nomor 4. Di grup Facebook dan WA ramai menggaungkan dukungan ke Andi Utta dan Edy Manaf sebagai simbol perubahan.

“AndI Utta dan Edy Manaf Insha Allah menang. Serangan kampanye hitam tak ada gunanya lagi,” tulis akun Amiruddin.

Juru Bicara HB Andi Echa Ahmad meminta agar aparat mengusut tuntas kasus kampanye hitam dan dan bagi-bagi uang yang telah dilaporkan ke polisi dan bawaslu.

“Iya kami meminta aparat mengusut tuntas. Apalagi dengan kampanye hitam yang pelakunya sudah diamankan. Paslon di balik kampanye hitam ini harus diungkap,” tegasnya.

Selain banjir pendukung dan relawan, HB saat ini memuncaki top survei Pilkada Bulukumba. Hal ini menjadi penyebab maraknya kampanye hitam untuk memojokkan Harapan Baru.(*)