Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), menggelar kampanye terbuka di halaman sirkuit sentul, Bogor, Jumat (12/04/2019). int

TIMURNEWS.COM – Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), menggelar kampanye terbuka di halaman sirkuit sentul, Bogor, Jumat (12/04/2019). Dalam orasi politiknya Jokowi mengenang kekalahan perolehan suara pada pemilu 2014 lalu saat dirinya berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK).

Dari perolehan suara saat itu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul jauh dari pasangan Jokowi-JK. Sehingga itu dalam kampanye terbuka di Bogor jokowi meminta relawan, simpatisan serta masyarakat untuk mengejar ketertinggalan suara di daerah tersebut.

“Perlu saya ingatkan, kita Jokowi-JK (Jusuf Kalla) 2014 dapet 34 persen. Tapi 2019 minimal 50 persen, itu minimal loh artinya kalau dapat 55, 60, 65 atau 70 persen juga boleh,” kata Jokowi dalam orasi politiknya.

Angka itu berbanding jauh dengan pendapatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Kabupaten Bogor sebesar 63.73 persen. Sedangkan di Kota Bogor, Prabowo menang dengan perolehan suara sebesar 61,77 persen.

Jokowi mengatakan, target kemenangan 50 persen merupakan hal yang realistis untuk digapai. Dia mengungkapkan, elektabilitas kubu pasangan calon (paslon) 01 berdasarkan survei internal telah menyaingi tingkat keterpilihan calon oposisi.

Dia mengatakan, elektabilitas dirinya dan Prabowo saat ini sudah 50 berbanding 50. Melihat hasil survei itu, Jokowi melanjutkan, target perolehan 50 persen suara merupakan angka yang realistis.

“Ada peluang kita hitung, kita kalkulasi dan kita keluarkan angkanya jadi ya itu sebuah angka yang sangat realistis karena memang dari survei terakhir memang sudah sebetulnya sudah 50-50,” kata Jokowi.

Disaat yang bersamaan, mantan wali kota Solo ini juga meminta pendukungnya untuk meningkatkan militansi mereka. Hal ini, dia melanjutkan, guna merealisasikan target perolehan suara tersebut.

Secara khusus, Jokowi juga meminta untuk diadakan pertemuan sekali lagi dengan masyarakat Bogor. Dia meminta, pertemuan serupa kampanye terbuka dilakukan paling tidak sebelum waktu pencblosan atau masa tenang dimulai. (*)