MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Akhir tahun ini, beberapa kabupaten di Sulsel akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Untuk itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengingatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel dan instansi terkait lainnya untuk menyikapi serta mengantisipasi gejolak dan fenomena sosial pasca pelaksanaan Pilkades.

Mantan Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan, berdasarkan pengalaman di beberapa tempat, pasca Pilkades timbul fenomena sosial baru dimana warga pendukung kepala desa yang menang dan yang kalah terkotak kotak dan cenderung saling bermusuhan. Hal ini menyebabkan nilai-nilai kekompakan dan kegotongroyongan terkikis dan bahkan bisa hilang.

“Saya berharap kepada Kesbangpol dengan melibatkan beberapa lembaga atau instansi terkait untuk mencarikan solusi yang tepat, agar pasca Pilkades, suasana warga kembali seperti sedia kala. Tidak terkotak-kotak dan tetap saling gotongroyong, tanpa ada permusuhan diantara mereka,” kata Agus, saat membuka Rapat Koordinasi Politik dan Pengamanan Tingkat Provinsi Sulsel, Kabupaten/Kota dan Instansi terkait se-Sulsel, di Ruang Data Kantor Gubernur, Selasa (06/12/16).

Agus menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pelaksanaan pemerintahan.

“Sehingga kalau kondisi masyarakat di desa tidak kompak dan terkotak-kotak, maka kita tidak akan menemukan lagi sistem kekeluargaan dan kebersamaan yang lebih dikenal dengan kata gotongroyong,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga meminta seluruh pihak untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah, terutama dalam mengawal Pilkada serentak, baik pada Pilkada serentak tahun 2017 maupun Pilkada serentak tahun 2018 mendatang

“Mari bersama-sama kita membangun komitmen untuk bagaimana mengembaliklan image yang baik, aman dan kondusif kepada dunia luar terhadap kondisi keamanan yang terus terjaga di Sulsel,” tuturnya. (*)