Mulyan Pulubuhu, Direktur Utama PT. Jamkrida Sulsel

TIMURNEWS, MAKASSAR – Jamkrida Sulsel merupakan Perusahaan Milik Pemprov Sulsel yang bergerak di bidang penjaminan kredit bagi pelaku usaha.

Sejak beroperasi awal tahun 2017 lalu, BUMD Sulsel ini telah menjadikan Bank Sulselbar sebagai mitra utama dalam bisnis penjaminan. Dalam tiga tahun perjalanan tercatat lebih 4000 pelaku usaha menjadi nasabahnya.

Direktur Umum Jamkrida Sulsel Mulyan Pulubuhu, Senin (13/01/20) di kantornya mengatakan, Jamkrida merupakan BUMD yang memfasilitasi atau menjembatani pengusaha lokal seperti kontraktor dan UMKMK untuk mendapatkan kredit usaha di Bank demi melancarkan usaha mereka.

Menurutnya pelaku usaha yang
susah berhubungan dengan bank karena kesulitan menyediakan jaminan maka akan di fasilitasi oleh Jamkrida seperti memberi jaminan.

“Kami memberikan jaminan hingga 70 persen,” kata Mulyan.

“Maka kita lah yang memberikan jaminan dan memberi akses ke bank,” ucapnya.

Tentu jaminan itu, tambahnya diberikan setelah melalui beberapa tahapan diantara menganalisa calon nasabah.

Sebagai BUMD yang baru sekitar tiga tahun beroperasi Mulyan belum berani menyebut keuntungan yang diperoleh perusahaan karena menurutnya target rencana bisnis harus melalui persetujuan RUPS.

“2020 ini saya belum berani sampaikan target rencana bisnis,” ucapnya. Karena biasanya tambahnya lagi, Jamkrida 5 tahun baru kelihatan keuntungannya.

Mempekerjakan 16 karyawan Jamkrida Sulsel memiliki empat jenis produk atau jasa seperti, pinjaman kredit, surety bond, kontrak bank garansi. Menganalisa dan menjamin dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi RI.

Dia juga mengatakan dana bergulir bersumber dari Kementerian Koperasi tahun ini Rp 1,8 Triliun sementara tahun lalu Rp 1,5 Triliun yang harus disalurkan ke koperasi dan ukm.

“Tapi sekarang LPBD tidak mau lagi koperasi langsung berhubungan. Tapi harus bermohon terlebih dahulu ke Jamkrida,” katanya.

Jadi Jamkrida yang mengevaluasi bisa atau tidaknya koperasi atau ukm mendapatkan dana kemudian menjamin, setelah itu baru diserahkan ke LPDB. (IWAN MAPPARENTA)